Sejumlah Profesi Langka Yang Masih Beredar
Arifin
Sejumlah profesi kini telah menjadi langka. Apa pasal? Bila ditelusuri secara ilmu ekonomi, bisa dikarenakan permintaan dan penawaran yang telah tidak memenuhi nilai ekonomi lagi. Alhasil profesi-profesi tersebut ditinggalkan, terjadi migrasi pekerjaan.
Meski begitu sejumlah orang tetap menekuni profesi yang boleh dikatakan langka di saat ini. Contohnya adalah tukang abu gosok. Pada tahun 70, 80 dan 90an, tukang abu gosok selalu ditunggu kehadirannya oleh para ibu rumah tangga. Apa pasal? Seperti dilansir Tajuk 24, abu gosok memang paling manjur bila digunakan sebagai campuran untuk mencuci perabot dapur. Piring, mangkok, sendok, penggorengan, panci dan sebagainya, apalagi yang berminyak, tinggal ditaburi abu gosok kemudian beri sedikit sabun lalu sikat atau gosok memakai spons, maka, dalam sekejap semua peralatan tadi akan mengkilap!
Seiring waktu, peran abu gosok tersebut tergantikan oleh sabun yang mampu ‘menyingkirkan’ minyak yang menempel pada peralatan dapur. Maka tak mengherankan bila bunyi teriakan khas, “abuuuu…gosoookkk” praktis menghilang di kota Jakarta serta kota-kota besar lainnya.
Menarik adanya sejumlah profesi langka lainnya yang ditelaah melalui kartun oleh Muhammad “Mice” Misrad. Hal tersebut seperti terlihat pada unggahan di Instagram-nya (@micecartoon.co.id). terdapat tukang patri panci, tukang isi ulang korek gas, service payung keliling, tukang timbang berat badan. Adakah sejumlah profesi langka tersebut masih ada di kitaran rumah Anda?
Sekelumit mengenai profesi tersebut seperti dinarasikan oleh Mice. Untuk tukang patri panci, menggunakan tungku pembakaran. Jasanya masih dibutuhkan, untuk menambal panci yang bolong.
Tukang isi ulang korek gas memiliki tarif jasa pengisian ulang korek sebesar Rp2.000. Sejumlah cirinya, kadang mangkal tak jarang berkeliling, menggunakan boks kayu sebagai wadah perkakas dan botol isi ulang. Selain mengisi ulang gas, beliau juga ahli service korek gas yang rusak.
Untuk service payung keliling, tarif service-nya berkisar Rp10.000-25.000/payung. Tukang service payung biasanya berjalan kaki dengan payung yang diikat jadi satu.
Sedangkan tukang timbang berat badan, menawarkan jasa timbang badan, serta melayani pula jasa pengecekan tensi darah, kolesterol. Tukang timbang berat badan lazimnya tidak memasang tarif untuk jasanya, cukup bayaran seikhlasnya dari pengguna jasanya.