Tumbuh Bersama Karya
Arifin
Perjalanan seribu mil selalu dimulai dengan langkah pertama. Hal tersebut mungkin telah kita ingat dan ketahui, namun belum dikerjakan. Ada nilai dari konsistensi melangkah serta melakukan sesuatu.
Adakah langkah itu akan terus maju? Bisa juga stagnan atau malahan mundur. Namun, yang terpenting adalah terus melangkah dan mencoba.
Mau contoh tentang pentingnya terus berkarya dan berkarya. Maka simaklah apa yang diungkap sastrawan Seno Gumira Ajidarma, “Di antara seribu tulisan, pasti ada yang terbaik.”
Pada buku Atomic Habits karya James Clear, terdapat makna konsistensi dengan intens belajar. Belajar tersebut, dapat dengan berkarya terus-menerus. Hal-hal yang sifatnya atomic, satu persen saja setiap hari kalau kita konsisten selama 365 hari, setelah satu tahun kita mengalami peningkatan sebesar 37 kali.
Berlatih dengan berkarya membawa pada perbaikan dan pembiasaan. Adakah Anda menunggu segala sesuatunya sempurna? Nyatanya “sempurna” itu bisa jadi ilusi. Akan selalu ada keterbatasan, hambatan. Maka melangkahlah dari apa yang dimiliki, dipunyai. Kikis segala penundaan, serta tumbuhlah bersama karya.
Merasa tak dianggap dan percuma berkarya? Nanti dulu, dikarenakan personal branding yang tumbuh secara alami memang perlu “dipupuk”, dirawat dengan cara “organik” pula. Sebenarnya orang lain mungkin telah mulai aware, mengetahui, hanya tak mengutarakan pada Anda. Pada suatu waktu personal branding itu mungkin akan menemui musim memetiknya. Sebelum memetik itu, rajin-rajinlah menumbuhkan dan merawatnya.
Lalu, bagaimana kiranya jika telah mencoba sekian lama, sekian purnama, namun begitu-begitu saja hasilnya? Di samping perencanaan, pelaksanaan, evaluasi juga penting adanya. Lakukan evaluasi terhadap segala karya-karya yang telah dibuat.
Katakanlah jika pada satu titik, Anda merasa sepertinya bidang ini bukan jalan saya, maka aneka karya, portofolio, itu menunjukkan Anda telah berusaha, berdoa. Ada upaya, usaha, sikap hidup yang tepat. Hal yang sekiranya berguna untuk menjalani bidang apa pun.