Menerka Langit
Arifin
Malam nanti bawa alat gambarmu
Di hamparan rumput, ada pertunjukan di langit
Menggambarlah dengan saksama, wahai warga semesta
Teropong, melihat yang jauh
Terketuk, betapa luas bentang yang ada
Di ketinggian, udara dingin
Berlindung dari polusi cahaya
Biarkan kami melihat cahaya-cahaya jauh di atas sana
Lagu-lagu yang berputar di kepala
Ternyata soliter punya ketukannya tersendiri
Suara api unggun dan bintang jatuh
Manusia, mencoba menakar & menerka langit
Pertanda apakah?
Lalu cerita-cerita dituturkan dari mulut ke mulut
Merambat dari masa ke masa
Berkelanalah & jangan lupa menengok langit
Memandu bagi jiwa-jiwa pengembara yang memangku pertanyaan di ransel perjalanan