Terlihat Kecil, Namun Dapat Berdampak Besar
Arifin
Tahukah Anda tentang istilah Latte Factor? Latte Factor adalah pengeluaran kecil yang sifatnya rutin sehingga berdampak besar pada keuangan pribadi, meski pengeluaran tersebut sifatnya tidak terlalu penting bahkan bisa ditiadakan.
Menelusuri Latte Factor dari orang per orang tentu dapat berbeda-berbeda. Yang perlu diperhatikan yakni membuat catatan pengeluaran, sehingga tahu kemana saja uang dibelanjakan. Lalu, dari situ dapat dipetakan adakah yang bisa dihemat? Misalnya dengan melakukan substitusi ataupun mengurangi volume konsumsi.
Bila diaplikasikan dalam contoh kasus, misalnya seseorang biasa mengonsumsi dua cangkir kopi per harinya dengan harga total Rp100.000. Dalam sebulan, berarti orang tersebut mengeluarkan Rp3 juta untuk konsumsi kopi. Seseorang tersebut dapat melakukan substitusi, seperti mencari secangkir kopi yang lebih murah, misalnya yang Rp25.000. Maka dalam sebulan telah ada penghematan Rp1,5 juta.
Sedangkan bila mengurangi volume konsumsi kopi, dari dua cangkir menjadi secangkir kopi per hari, maka penghematan juga dapat terlihat. Bila secangkir kopinya Rp50.000, maka penghematan sebulan Rp1,5 juta. Sedangkan bila secangkir kopinya Rp25.000, maka penghematan sebulan mencapai Rp2.250.000.
Untuk dapat konsisten mengatur “Latte Factor” ini, tetapkan pula tujuan, impian Anda. Misalnya, memiliki rumah pribadi, jalan-jalan bersama keluarga, biaya pendidikan anak. Sehingga dengan begitu, penghematan yang dilakukan, dapat dialokasikan untuk tujuan serta mimpi-mimpi tersebut.
Terlihat kecil, namun berdampak besar, tak hanya pada Latte Factor, hal tersebut juga dapat berlaku pada segala aktivitas baik lainnya. Misalnya berolahraga, menulis, meditasi. Cobalah untuk mengalokasikan waktu, untuk hal-hal tersebut dalam keseharian. Tak mengapa waktunya hanya sedikit, yang terpenting konsisten.
Konsistensi tersebut yang dapat berbuah kebaikan. Lama-lama menjadi kebiasaan dari diri. Lalu diri pun merasakan manfaatnya. Karena beberapa kegiatan baik perlu waktu untuk dirasakan faedahnya secara signifikan. Bila telah terbiasa, seseorang pun dapat meningkatkan skalanya.
Memang benar kiranya peribahasa, “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, yuk konsisten walau perlahan.