Sudah Tepatkah Takaran Konsumsi Air Anda? 

January 16, 2024
Uncategorized

Arifin

Terdapat rekomendasi konsumsi air mineral dengan takaran yang tepat berdasarkan usia. Minum sangat berpengaruh bagi tubuh, asupan cairan harus cukup, melalui minum air putih, namun tentu terdapat takaran dan batasan tertentu, agar tidak merusak ginjal.

Minum air mineral, atau biasa disebut air putih, amat penting untuk kesehatan karena air memiliki peran yang vital dalam menjaga fungsi tubuh. Beberapa alasan mengapa air terbaik untuk tubuh itu meliputi pemeliharaan keseimbangan cairan, penyediaan nutrisi, pembersih racun, menjaga keseimbangan elektrolit dan pH tubuh, mempertahankan kesehatan kulit, penyokong fungsi otak, hingga pencegahan dehidrasi dan berbagai penyakit.

Minum air yang cukup juga bisa membantu mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan sembelit. Namun, perlu diketahui bahwa kebutuhan cairan tiap individu berbeda-beda tergantung pada berbagai faktor seperti tingkat aktivitas fisik, iklim, kondisi kesehatan, dan usia

Bagi usia remaja dan dewasa, kebutuhan air rata-rata yang dapat dicukupi adalah sebanyak dua liter per hari. Sementara itu, untuk usia lanjut (di atas 60 tahun), disarankan untuk mengonsumsi air mineral tidak kurang dan tidak lebih dari 1,5 liter per hari.

Ada pun berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi usia 0–6 bulan memerlukan cairan 700 mili liter (mL) per hari, bayi 7–12 bulan memerlukan cairan 800 mL per hari, anak 1–3 tahun 1,3 liter, anak 4–8 tahun 1,7 liter.

Lebih lanjut, selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, penting pula melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan ginjal secara berkala ke dokter sedini mungkin. Disarankan, untuk melakukan pemeriksaan ginjal pada tiap orang yang telah menginjak usia 15 tahun ke atas.

Pasalnya, penyakit ginjal merupakan salah satu gangguan kesehatan yang gejalanya sering tidak terdeteksi, sebelum akhirnya telah mencapai stadium tinggi. Hipertensi (pemicu utama penyakit ginjal) dan penyakit ginjal pada usia muda saat ini juga terus meningkat.

Gejala penyakit ginjal hingga saat ini belum bisa terdeteksi, salah satu gejalanya kalau urin berbusa, tapi kalau sudah berbusa itu sudah terlambat, kalau yang belum parah biasanya tidak ada tanda-tandanya, maka diperlukan pemeriksaan rutin ke dokter.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd