Tinggal Tanggal
Arifin
Hujan membungkus kata-kata
Melamunkan tanya-tanya yang mengendap & bersiap
Bertalu-talu rintik & derasnya
Payung-payung yang disiapkan
Jas hujan
Secangkir kopi
Pisang goreng
Atau selimut yang dinaikkan
Dari balik kaca jendela besar
Kau amati dunia yang bergerak & berdetak
Orang-orang yang menyemut
Bergegas
Merapatkan tubuhnya
Sesekali melirik arloji
Ada kata-kata yang tanggal
Ada kata-kata yang tinggal
Kau adukkan kopi itu
Matamu yang mengembara jauh
Ke lapis ingatan, memintas waktu
Ulang-alik perasaan yang kau selami
Hujan menjebakmu untuk merenung
Kau yang berteduh di kafe itu
Menghindar dari basah yang menerpa kepala
Perlahan matamu basah
Ingatan selalu punya cara untuk menguras emosi
Hujan belum juga reda
Musik yang kau kenal mulai kau dengar
Terbit garis senyummu
Seperti kenangan, ada yang tinggal, ada yang tanggal