Ragam Faedah Memasak, Dari Berfokus Hingga Tangkal ‘Food Waste’
Arifin
Memasak diartikan sebagai membuat (mengolah) penganan, makanan. Memasak bila dirunut dan dikulik ternyata tak sekadar perihal menyiapkan hidangan yang enak di lidah.
Ada banyak makna yang dapat direguk dari memasak di dapur. Dari sisi ekonomi misalnya, dengan memasak sendiri maka ada peluang terjadi penghematan. Hal ini lazim dilakukan oleh rumah tangga ataupun mahasiswa yang sedang merantau. Memasak sendiri merupakan opsi yang dapat ditempuh dalam rangka penghematan serta kesesuaian anggaran.
Memasak sendiri juga menjadi penting untuk mengontrol asupan yang masuk ke dalam tubuh. Di samping itu kebersihan makanan pun berada dalam lingkar kendali diri. Memasak juga mengajarkan untuk mengendalikan diri, di antaranya mengenai porsi. Dengan begitu dapat menangkal food waste. Memasaklah yang sekiranya sesuai dengan kapasitas perut.
Memasak juga mengajarkan diri untuk mengorganisasi sesuatu. Seperti merencanakan, melaksanakan, evaluasi. Merencanakan – akan memasak apa; lalu membeli atau menyiapkan bahan-bahannya, untuk kemudian memasak. Untuk evaluasi, bisa terkait rasa, kuantitas makanan; misalnya adakah yang kurang secara garam, perlukah memakai bahan yang berbeda, dan sebagainya.
Mengorganisasi sesuatu dalam memasak juga dalam takaran bumbu dan garam saat memasak, sebagai contoh. Lalu juga bila memasak untuk orang lain, maka memperhitungkan berapa banyak yang harus dimasak, selera dari orang lain, dan sebagainya.
Memasak ternyata juga dapat menjadi wahana untuk mindful. Dikarenakan proses pengerjaannya butuh perhatian yang utuh. Berurusan dengan benda tajam, waktu dalam memasak, membutuhkan benak yang berfokus.
Memasak juga dapat melatih diri untuk bertindak sistematis serta bersabar. Ada urutan-urutan tertentu yang dilakoni hingga sampailah di ujung: hidangan yang siap sedia. Kesabaran pun diperlukan dalam pengerjaan langkah-langkah memasak tersebut.