Mengenang “Mitra” Dalam Berkarya 

July 18, 2024
fakta menarik

Arifin

Penulis Dewi Lestari melalui laman media sosialnya mengucapkan ‘sayonara’ kepada Macbook Pro 2017.

“Tujuh tahun sudah Macbook Pro 2017 ini menemani saya. Bersamanya lahir Aroma Karsa, Di Balik Tirai Aroma Karsa, Rantai Tak Putus, Rapijali 1-3, Kurikulum Kaizen Writing & Kaizen Structure,” tulis Dewi Lestari di takarir (caption) media sosialnya.

“I know it’s merely a machine, but our relationship is always personal. Buat saya, laptop adalah mitra. Alat, yang hadirnya terasa bagai sahabat. Dengannya saya berkarya dan bekerja. Kepadanya saya bisa bercerita apa saja; curhat, nyampah, sumpah serapah. Dialah benda yang saya ajak ke mana-mana, menjadi saksi atas sejuta peristiwa,” lanjut sosok yang akrab dipanggil Dee.

Dee memiliki lemari khusus yang berisi laptop-laptop yang pernah menemaninya dalam membuat karya. Maka bergabunglah Macbook Pro 2017 bersama para pendahulunya yang juga telah menjadi mitra dalam berkarya.

Laptop sebagai mitra berkarya, sementara itu di Jepang, bagaimana nuansa para mangaka ketika berkarya dihadirkan pada Tokiwaso Manga Museum. Museum di kawasan Toshima hadir menampilkan replika ruangan dan interior dari gedung dua lantai yang ditinggali para mangaka seperti Osamu Tezuka pencipta Astro Boy dan Fujiko F Fujio pembuat komik Doraemon.

Pada lantai kedua museum  menampilkan replika kamar para komikus, termasuk dapur dan toilet bersama. Menariknya, detail benar-benar diperhatikan. Tak hanya eksterior, bahkan jamur dan bercak di dinding interior juga dibuat persis sama. Maka bagi pengunjung dapat merasakan langsung gaya hidup para komikus ini.

Bagaimana dengan Anda, benda-benda apa saja yang kiranya menemani dalam berkarya? Para mitra yang turut membantu bagi munculnya karya-karya.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd