Tips Bagi Orang Tua Untuk Menghadapi Anak Dengan “Picky Eater”
Arifin
Orang tua bisa melakukan sejumlah upaya untuk menghadapi anak-anak yang mengalami picky eater. Picky eater masih bisa dikatakan wajar bila jenis makanan yang dapat dimakan anak lebih dari 15 jenis makanan dan masih bisa makan bersama keluarga, sehingga secara bertahap dapat diperkenalkan makanan baru.

Tips yang dapat dilakukan yakni dengan mencari tahu penyebab anak menjadi picky eater. Cari tahu dahulu penyebabnya dengan berkonsultasi bersama dokter spesialis anak bila terkait penyakit atau dietisien anak atau terapis makan bila ada gangguan gizi atau oromotor.
Setelah tahu penyebabnya, pastikan latih anak mengembangkan kemampuan sensoriknya bila anak bermasalah dengan kemampuan sensorik. Misalnya seperti belajar memegang makanan baik sayur atau buah, rumput, bunga, air atau jeli dan agar-agar.
Ayah-bunda juga dapat membuat suasana waktu makan menjadi menyenangkan dengan bernyanyi, mengobrol, atau menggunakan kata-kata positif yang mudah dicerna anak. Orang tua diharapkan tidak memaksakan kehendak saat memperkenalkan makanan baru. Perlu penerapan feeding rules (aturan makan) yang konsisten.
Tips selanjutnya adalah melakukan food chaining bertahap seperti mengubah karakteristik makanan baik dari rasa, warna, bau atau tekstur. Misalnya mengganti menambahkan nasi dengan kentang yang dibentuk bola-bola atau diolah jadi perkedel kentang.
Dalam mengeksplorasi makanan yang sesuai, orang tua dapat meminta bantuan anak secara langsung jika mereka sudah mampu berkomunikasi. Tujuannya yakni untuk menentukan pilihan makanan yang sesuai dengan nafsu makan dan porsinya sehari-hari.
Mengeksplor makanan serta membangun kerja sama dan komunikasi, interaksi dengan orang tua bisa membantu menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga dapat menjadi solusi mengatasi atau mencegah anak susah makan.
Sumber: Antara