Pentingnya Interaksi Langsung Untuk Kemampuan Bicara Anak
Arifin
Pengajaran bahasa kepada anak sebaiknya dilakukan lewat interaksi langsung dengan orang tua dan penutur lain, bukan dengan memutarkan video-video menggunakan perangkat elektronik saja.
Membiarkan anak belajar bahasa sendiri dengan melihat video saja berisiko menghambat perkembangan kemampuan interaksi dan bicara anak. Anak-anak yang dibiarkan belajar sendiri, misalnya di YouTube, hal itu dapat memperlambat kemampuan bicaranya.

Anak-anak membutuhkan stimulasi bahasa untuk memperbanyak kosakata. Kemampuan anak berbahasa dipengaruhi oleh stimulasi bahasa dari orang tua dan orang-orang di lingkungan sekitarnya.
Interaksi langsung dua arah antara anak dengan orang tua dan penutur yang lain, memungkinkan anak untuk menyerap bahasa serta menggunakannya.
Maka waspadalah bila anak diberikan gadget serta menggunakannya secara berlebihan, dapat berakibat anak yang mengalami keterlambatan bicara karena stimulasi yang tidak interaktif.
Orang tua yang ingin mengembangkan kemampuan berbahasa anak secara konsisten dapat mencontohkan penggunaan bahasa dalam kegiatan sehari-hari serta melatih anak berkomunikasi dengan orang lain.
Hal tersebut begitu penting, karena selanjutnya anak ada hidup di luar rumah, sehingga harus dapat berkomunikasi dengan orang-orang di luar rumahnya, di sekolah, di tempat bermain, dan lain-lain.
Sumber: Antara