Mainan Klasik Oke, Mainan Kekinian Boleh

August 22, 2024
fakta menarik

Arifin

Pixar tengah mengembangkan Toy Story 5. Cerita pada filmnya akan mengeksplorasi konflik antara dunia mainan klasik dan kehadiran teknologi. Mencerminkan pergeseran minat anak-anak masa kini. Woody dan kawan-kawan akan menghadapi tantangan baru ketika seorang anak lebih tertarik pada tabletnya daripada mainan.

Mainan klasik dan kehadiran teknologi, pada porsinya masing-masing menurut hemat saya hal tersebut sama-sama dapat membantu tumbuh kembang anak. Teknologi merupakan kodrat zaman, di mana sejumlah penemuan, inovasi terjadi. Maka memperkenalkan anak dengan mainan yang merupakan teknologi kekinian juga dirasa perlu. Karena itulah kodrat zaman sekarang, serta sebagai persiapan pula bagi anak untuk masa mendatangnya.

Bagaimana dengan mainan klasik? Permainan action figure, boneka, ataupun seperti para karakter di film Toy Story, merupakan medium yang dapat membawa anak untuk berlatih bercerita, berimajinasi. Bercerita, berimajinasi, merupakan keterampilan, kemampuan yang bermanfaat. Bahkan ketika AI merambah kemana-mana, kemampuan bercerita serta imajinasi, disinyalir menjadi pembeda, menjadi keunggulan manusia.

Perihal mainan klasik, di sisi lain, penulis pun jadi ingat mengenai permainan tradisional. Permainan tradisional juga coba diperkenalkan dalam serial Upin & Ipin, seperti baling selipar, konda kondi, sepak bulu ayam, tutup botol (ceper), sepak takraw, kelereng guli, tarik upih, lompat getah, jentik pensel, kapal kertas. Mana satukah permainan tradisional kawan-kawan pernah main?

Permainan-permainan tradisional tersebut mengajarkan karakter-karakter positif seperti kerja sama, bertanggung jawab terhadap apa yang kita pilih, budaya antre, sportivitas, dan banyak lagi. Selain itu memainkannya juga menyehatkan raga, karena banyak permainan tradisional yang mengharuskan pemainnya untuk bergerak, melompat, ataupun berlari.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd