Tips Merespons Informasi Risiko Bencana
Arifin
Informasi risiko bencana dapat dimaknai dengan bijak. Di samping itu ketika menghadapi situasi kritis, orang-orang dapat memiliki ragam cara pikir.
Ada orang yang cenderung menyederhanakan dan memilah informasi berdasarkan hal-hal yang dipahaminya saja. Cara berpikir yang demikian dapat membahayakan karena membuat orang yang bersangkutan tidak memahami informasi secara penuh.
Selain itu, seringkali orang berpatokan atau lebih percaya pada hal-hal yang telah diyakini terlebih dahulu. Keyakinan terhadap suatu hal yang terpatri dalam pikiran seperti ini, justru bisa menimbulkan dugaan-dugaan yang memicu kepanikan.

Ada pula orang yang menanggapi informasi mengenai kondisi kritis tertentu dengan mencari tahu lebih banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan risikonya.
Respons yang demikian dapat membuat orang yang bersangkutan mengakses terlalu banyak informasi, termasuk hal-hal yang tidak relevan, dan menjadi panik.
Seringkali jadinya terlalu banyak tahu juga dan ketika terlalu banyak tahu akhirnya terlalu panik dan akhirnya doomscrolling, mencari tahu informasi tapi tidak berbuat apa-apa.
Di samping itu, ada orang-orang yang cenderung terus mempercayai informasi pertama yang diperoleh. Padahal, informasi tentang risiko bencana alam terus berkembang.
Berdasarkan kecenderungan cara berpikir orang setelah menerima informasi risiko bencana, perlu menjalankan langkah-langkah agar tetap dapat berpikir secara rasional dan tidak panik ketika menerima informasi mengenai risiko bencana alam.
Setelah menerima informasi mengenai risiko bencana tertentu, sebaiknya mencari serta menyerap informasi secara saksama dan lengkap dari beberapa sumber yang kredibel.
Pentingnya mengakses informasi tentang risiko bencana dari sumber-sumber yang terpercaya, mengingat keterangan-keterangan yang belum dipastikan kebenarannya kini dapat cepat beredar di internet dan media sosial.
Jadi, jangan percaya dari satu atau dua sumber, terutama dari media sosial. Perlu mencari sumber yang terpercaya, baik itu sumber berita dan penelitian.
Selain mencari tahu untuk diri sendiri, membagikan informasi yang telah diperiksa kebenarannya dengan orang-orang terdekat juga baik dilakukan.
Ada pun orang yang merasa ketakutan saat menghadapi situasi kritis agar tidak menahannya sendiri, tetapi menyampaikan apa yang dirasakan kepada orang terdekat. Selalu ajak orang lain untuk dapat saling mendukung atau melindungi dan saling sharing informasi juga.

Perasaan panik dan cemas wajar muncul setelah menerima informasi tentang risiko bencana alam. Orang yang merasa panik, sebaiknya meluangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum melakukan langkah-langkah mitigasi bencana yang diperlukan.
Langkah mitigasi yang bisa dijalankan antara lain membuat daftar keperluan saat bencana alam dan menyiapkannya barang-barang yang diperlukan dalam kondisi darurat bencana secara rasional.
Coba ditulis semua informasi dan hal-hal yang harus disiapkan, dan tentunya tidak sendirian. Coba ajak diskusi orang lain, untuk dapat diskusi sejauh mana hal yang sudah ditulis itu masih dalam tahap wajar dan rasional.
Sumber: Antara