Masih Malas Bergerak? Sejumlah Tips Sederhana Ini Mungkin Menggugahmu
Arifin
Adakah ketidakaktifan fisik dilakoni oleh Anda? Di mana sebagian besar waktu dihabiskan dalam posisi duduk atau berbaring. Hal tersebut dikenal sebagai sedentary lifestyle.
Sedentary lifestyle merujuk pada kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur, di mana aktivitas fisik sangat minim dan menghasilkan sedikit kalori terbakar, kurang dari 1 metabolic equivalent.

Sedentary behavior sebagai perilaku duduk atau berbaring sepanjang hari, di luar waktu tidur. Contohnya meliputi menonton TV dalam waktu lama, bermain video gim, duduk berjam-jam di depan komputer, atau bahkan menggunakan kendaraan untuk jarak pendek yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Semua ini mencerminkan gaya hidup yang kurang aktif.
Merujuk data dari 122 negara, WHO mendapati hampir sepertiga orang dewasa dan empat per lima remaja kurang bergerak sepanjang hidupnya.
Lantas, apa saja dampak buruk dari sedentary lifestyle? Dampaknya di antaranya sirkulasi darah yang buruk dan metabolisme tubuh yang terganggu bisa menyebabkan kesulitan dalam memecah lemak dan gula, mengakibatkan peningkatan berat badan.
Sedentary lifestyle juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, dan kecemasan. Bahkan, risiko kematian dini pun bisa meningkat.
Sedentary lifestyle memiliki dampak buruk yang beragam pada tubuh manusia, termasuk peningkatan risiko kematian akibat berbagai penyebab, kematian akibat penyakit kardiovaskular, risiko kanker, serta risiko gangguan metabolik seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan dislipidemia; gangguan muskuloskeletal seperti nyeri sendi dan osteoporosis; depresi; dan gangguan kognitif.
Adapun salah satu olahraga yang dapat dilakukan untuk orang yang terbiasa hidup sedentari adalah functional training. Functional training lebih disesuaikan dengan gerak tubuh dengan alat olahraga yang simpel.
Gerakannya sederhana dengan penyesuaian terhadap gerak tubuh sehari-hari seperti berjalan, menggendong anak, menenteng kantong belanja, naik-turun tangga, dan sebagainya. Tujuannya adalah meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan stabilitas tubuh.
Tips lainnya yang juga dapat dilakukan yakni ke tempat tertentu yang sekiranya dapat membuat Anda aktif bergerak. Sebut saja misalnya taman, di mana seseorang dapat menggerakkan tubuhnya dengan nyaman.
Anda pun dapat “tanpa sadar” sesungguhnya bergerak dengan aktif ketika katakanlah berjalan-jalan di mall. Manfaatkan ketika di mall untuk memperbanyak argo perjalanan kaki.

Para orang tua juga dapat menjadikan kebun binatang sebagai destinasi. Sembari memperkenalkan aneka satwa, gerakkan badan Anda secara aktif dari satu kandang binatang ke kandang binatang lainnya. Bagi kami secara personal, hal tersebut praktis berhasil dengan destinasi kebun binatang Ragunan. Ribuan langkah berhasil kami tempuh sembari mengulik varian hewan di kebun binatang tersebut.
Pada alinea di atas disebutkan, salah satu contoh sedentary lifestyle yakni menggunakan kendaraan untuk jarak pendek yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Maka untuk aktif bergerak, ketika menempuh jarak pendek berjalan kakilah. Camkan hal tersebut dalam keseharian, maka berbagai kegiatan sehari-hari dapat menjadi aktif, serta bergerak.
Jarak pendek dengan berjalan kaki, seperti ketika ke pasar berbelanja, ke tempat ibadah, mencari makanan kesukaan di zonasi sekitar rumah, dan sebagainya.
Di rumah, Anda pun dapat mengupayakan diri lebih aktif, seperti misalnya saat naik turun tangga rumah, membantu anggota keluarga lainnya yang membuat Anda bergerak, serta memecah tindakan menjadi berkali-kali agar lebih banyak langkah yang ditempuh, dan sebagainya.