Menangkal Sampah Plastik Dari Keluarga

September 19, 2024
fakta menarik

Arifin

Upaya untuk mesra dengan bumi bisa jadi terkendala karena kehidupan modern serta sejumlah kepraktisan yang menyertainya. Di antaranya dengan lazimnya penggunaan plastik di mana-mana. Padahal plastik begitu lama terurai.

Terdapat data berikut mengenai berapa lama sampah plastik terurai di alam:

Botol plastik: 100-1.000 tahun

Plastik: 100-1.000 tahun

Tas plastik: 450 tahun

Tali plastik: 600 tahun

Kemasan plastik: 5-10 tahun

Lalu, bagaimana caranya mengenalkan konsep ini kepada anak? Salah satu caranya dengan buku bacaan anak yang memiliki tema lingkungan hidup. Misalnya buku Akan ke Mana Boti?. Buku tersebut mengisahkan Boti, si botol merah, sudah lama tinggal di dalam toko swalayan. Suatu hari, ia keluar toko dan hanyut di sungai.

Boti (si botol merah) sempat hanyut terbawa arus sungai yang deras. Hal yang lazim ditemui dalam penglihatan sehari-hari, dimana di sungai terdapat aneka sampah. Ternyata Boti dan sampah plastik lainnya didaur ulang untuk menjadi kursi di taman.

Melalui buku tersebut dikenalkan mengenai sampah plastik yang dapat terbawa sampai jauh, seperti ke sungai. Lalu upaya daur ulang, agar sampah plastik tersebut dapat dimanfaatkan.

Ayah-bunda juga dapat mengajak anak mengikuti workshop karya daur ulang sampah plastik. Tak hanya sekadar karya seni, melainkan terdapat sisipan menyayangi bumi, mesra dengan alam. Pada workshop semacam ini terdapat unsur edukasi tentang bahaya sampah plastik. Di samping itu harapannya anak memiliki kepedulian sejak dini serta sebisa mungkin menghindari sampah plastik.

Tindakan nyata serta teladan dari orang tua juga dapat diwujudkan dalam perilaku keseharian. Seperti membawa tas kain untuk berbelanja, membawa tempat makan sendiri ketika membeli makanan, dan sebagainya. Anak dan orang tua dapat menjadi tim yang saling mengingatkan dalam kata dan perilaku tentang bahaya sampah plastik.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd