Cemas Dan Stres Berkepanjangan Picu Munculnya Sakit Jantung
Arifin
Faktor munculnya sakit jantung dapat disebabkan akibat cemas atau stres yang berkepanjangan. Paparan stres secara kumulatif (jangka panjang) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Stres yang berkepanjangan itu akan direspons oleh tubuh untuk mengeluarkan hormon-hormon epinefrin, kortisol, maupun dopamin, yang berlebih.
Dengan meningkatnya hormon tersebut, merupakan sinyal yang tidak bagus bagi kesehatan jantung seseorang yang menderita stres atau cemas berkepanjangan. Efek negatif tersebut berupa kerja jantung yang menjadi lebih berat hingga detak jantung menjadi lebih cepat.

Berdasarkan penelitian, hal tersebut dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh, kemudian terjadi peradangan pembuluh darah pada jantung dan juga beban kerja jantung meningkat, detak jantung cepat, tekanan darah tinggi, sehingga risiko terjadinya penyakit jantung baik koronoer dan lainnya.
Meski begitu, stres yang hanya sesaat tidak menimbulkan kerusakan kepada jantung. Pemicu munculnya sakit jantung terhadap seseorang yang mengalami kecemasan dan juga stres hanya dalam jangka waktu yang panjang.
Bahkan menurut penelitian yang ada, seseorang dapat mengalami sakit jantung akibat cemas dan stres berkepanjangan tersebut, bila mereka mengalaminya dalam jangka waktu selama 6 sampai dengan 12 bulan.
Banyak penelitian menyebutkan bahwa paparan stres kronis yang dialami selama 6 sampai dengan 12 bulan yang dapat menyebabkan jantung tidak sehat. Bila cemas atau stres yang hanya 1 sampai dengan 2 hari itu tidak termasuk.
Pengelolaan stres maupun cemas yang berlebih amat perlu dilakukan. Ketika perasaan itu muncul, baiknya untuk mengeluarkan melalui bercerita kepada orang terdekat dan terpercaya hingga melakukan pertemuan dengan psikiater. Hal tersebut dilakukan guna mengeluarkan emosi dan juga perasaan yang tidak nyaman dalam pikiran.
Sumber: Antara