Para Wasit Dalam Kisah Harry Potter
Arifin
Pertandingan olahraga kerap menimbulkan kontroversi tersendiri. Salah satu pangkal penyebabnya, di antaranya adalah wasit. Wasit yang berpihak kepada kubu tertentu, wasit yang tidak kompeten, merupakan hulu dari kontroversi.
Wasit diartikan sebagai penengah; perantara. Definisi lainnya tentang wasit yakni penentu; pemimpin. Wasit juga dimaknai sebagai pemisah, pelerai, pendamai (antara yang berselisih dan sebagainya).

Menilik dari kisah fantasi Harry Potter, ragam wasit beserta dinamikanya dapat ditemui. Wasit pada kisah Harry Potter tentu saja terkait dengan pertandingan Quidditch. Secara normal, wasit Quidditch di Hogwarts saat laga antarasrama yakni Madam Hooch. Ia juga merupakan guru yang bertanggung jawab atas pelajaran terbang di Hogwarts.
Macam mana Madam Hooch ketika menjadi wasit? Definisi wasit di paragraf terdahulu berhasil diwujudkan oleh Rolanda Hooch. Madam Hooch dikenal adil dan cepat meniup peluit ketika terjadi insiden ataupun pelanggaran. Menjadi wasit Quidditch, tentu bukan hal yang mudah, dikarenakan antarasrama saling berjuang keras untuk meraih Piala Quidditch.
Konsentrasi, fokus, ketepatan pengambilan keputusan, serta ketegasan merupakan hal yang diperlihatkan Madam Hooch ketika menjadi wasit Quidditch. Ia pun dengan cekatan mampu membedakan trik licik dari pemain Quidditch.
Masih dari Quidditch di Hogwarts, pada Harry Potter dan Batu Bertuah, terdapat Profesor Severus Snape yang menjadi wasit. Hal itu terjadi kala Hufflepuff berhadapan dengan Gryffindor.
Pada laga tersebut Harry Potter berhasil meraih Snitch, serta tim Gryffindor menjadi pemenang. Oh iya, usut punya usut, Snape mengajukan diri menjadi wasit, tujuan utamanya adalah untuk melindungi Harry Potter dari kemungkinan “dijahati” abdi Voldemort saat laga Quidditch.
Masih terkait wasit di Quidditch, pada final Piala Dunia terdapat Hassan Mostafa yang menjadi pengadil laga. Wasit asal Mesir ini menjadi pengadil pada partai yang mempertemukan Irlandia menghadapi Bulgaria.
Hassan Mostafa berhasil menjalankan tugas di final Piala Dunia dengan baik. Terkecuali satu insiden lucu di mana ia malah ikut terpikat, terpesona dengan para Veela yang menjadi maskot tim Bulgaria. Setelah sadar, ia pun mengusir para Veela tersebut dari lapangan.