Pentingnya Stimulasi Untuk Mencegah Anak Alami ‘Speech Delay’ 

October 16, 2024
Tips

Arifin

Begitu penting stimulasi yang dilakukan oleh orang tua kepada anak untuk mencegah terjadinya speech delay (keterlambatan bicara). Diberikan stimulasi secara langsung oleh orang tuanya atau care giver, diajak ngobrol untuk mengasah kemampuan agar tidak mengalami speech delay.

Orang tua bisa menerapkan pola asah, asih, dan asuh agar anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal, termasuk memiliki kemampuan dalam berbicara sesuai usia.

Asah kemampuan bicara anak dengan menstimulasi menggunakan kata-kata sederhana setiap hari agar anak terbiasa untuk mendengar dan belajar berbicara.

Kemudian, orang tua juga memberikan kasih sayang kepada anak dengan sepenuh hati serta pola asuh yang optimal melalui pemberian nutrisi serta sandang pangan yang baik.

Orang tua juga sebaiknya tidak memberikan akses terhadap gawai supaya anak-anak memiliki ikatan atau hubungan emosional yang baik dengan orang tuanya. Bila anak dilimpahkan pada gawai, memang anak jadi anteng dan orang tua tidak diganggu, tetapi ini sangat berpengaruh pada perkembangannya serta aspek negatif lainnya pada anak-anak.

Pola asah, asih, dan asuh berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan bicara pada anak. Fase 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan waktu yang penting untuk mengembangkan organ sel-sel otak, di mana fase ini memiliki 25 persen pertumbuhan otak.

Selanjutnya, pada usia 0 hingga 2 tahun merupakan fase penting pertumbuhan otak yang mencapai 80 persen sehingga perlu dioptimalkan melalui pola asah, asih, dan asuh secara tepat. Yang terjadi pada fase ini yakni perkembangan sel-sel sensor yang optimal. Fase ini memicu bagaimana anak akan menyikapi lingkungannya dengan melihat apa yang akan digunakan untuk berkomunikasi.

Lebih lanjut, stimulasi bicara bisa dilakukan sejak dini melalui tahapan pengenalan, pemahaman, dan pengucapan. Tahapan pengenalan ini dilakukan dengan menggunakan reseptor sensori pendengaran, penglihatan, dan perabaan.

Lakukan stimulasi dengan interaksi untuk membuat anak belajar bahasa tanpa menggunakan alat media elektronik saat memberikan pembelajaran. Hal tersebut dilakukan guna menghindari anak yang cenderung lebih tertarik pada alat tersebut dibandingkan pembelajarannya.

Maka amati terus perkembangan anak, jika kemampuannya tidak sesuai dengan umurnya segera konsultasikan dengan ahli.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd