Menilik Batas Aman Berolahraga Saat Terserang Penyakit
Arifin
Ketika pertama kali merasakan firasat sakit, tubuh akan memunculkan gejala spesifik yang bisa menjadi tolok ukur kapan batas aman untuk melakukan olahraga. Disarankan untuk mengevaluasi bagaimana seluruh tubuh terasa, dan melakukan “pemeriksaan leher”.
Bila gejala sakit berada di atas leher, misalnya, hidung meler, hidung tersumbat, atau sakit tenggorokan, mungkin masih aman untuk berolahraga selama Anda merasa siap.

Namun bila mengalami gejala di bawah leher, seperti nyeri otot atau peningkatan detak jantung, itu mungkin merupakan tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras untuk melawan infeksi, dan berolahraga bisa memperlambat waktu pemulihan.
Bila demam 100 derajat Fahrenheit (37,7 derajat Celsius) atau lebih tinggi, itu juga merupakan sinyal yang jelas untuk beristirahat, meskipun gejalanya ringan.
Sebaiknya lebih berhati-hati bila mengalami muntah atau diare, yang bisa menyebabkan dehidrasi parah. Sebaiknya menunggu setidaknya 24 jam setelah pulih dari penyakit gastrointestinal sebelum berolahraga.
Untuk gejala mirip flu, termasuk nyeri otot, kelelahan, dan nyeri sendi, pasien bisa kembali berolahraga secara bertahap setelah gejalanya mereda.
Bila sedang dalam pemulihan dari penyakit parah seperti pneumonia, atau jika dirawat di rumah sakit, tanyakan kepada dokter kapan waktu yang aman untuk berolahraga.
Ada pun untuk penyakit pernapasan seperti Covid-19, panduan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk kembali ke aktivitas normal mempertimbangkan tingkat keparahan kasus sebelum berolahraga.
Bila tidak menunjukkan gejala, pasien bisa mencoba berolahraga tiga hari setelah hasil tes Anda positif. Namun jika memiliki gejala signifikan yang berhubungan dengan jantung atau paru-paru seperti tekanan dada atau batuk terus-menerus, tunggu hingga gejala tersebut hilang sebelum mencoba berolahraga.
Sebelum berolahraga cobalah naik turun tangga, mengurus keperluan, atau sekadar berdiri selama beberapa menit. Bila salah satu dari aktivitas tersebut membuat Anda kelelahan, mungkin terlalu dini untuk berolahraga.
Saat meningkatkan intensitas latihan, disarankan untuk mencoba tes bicara, bila tidak dapat berbicara selama latihan, mungkin intensitasnya perlu dikurangi.
Sumber: Channel News Asia, Antara