Anak Bertanya, Telah Tepatkah Anda Menjawab?
Arifin
Ada anak bertanya pada bapaknya
Demikian kiranya petikan lirik lagu yang dipopulerkan oleh Bimbo. Namun, jangan-jangan ketika anak bertanya, reaksi yang muncul adalah ketus, seperti “Masa begitu saja tidak tahu”, “Kok enggak paham-paham ya”.
Bila reaksi ketus macam itu yang muncul, ada baiknya bagi orang tua untuk melakukan refleksi. Ingatlah bahwa anak, terhitung baru di dunia ini. Maka ada begitu banyak keingintahuannya tentang ini-itu. Di samping itu bila reaksi yang dimunculkan tak bersahabat macam itu, dapat menumpulkan rasa ingin tahu anak, serta anak dapat menjadi kapok ketika bertanya kepada orang tuanya.

Bila boleh mencari hulu mengapa orang tua dapat ketus semacam itu mungkin hal tersebut karena “kutukan pengetahuan” (curse of knowledge). Kutukan pengetahuan merupakan sebuah fenomena psikologis ketika seseorang yang sudah memahami suatu hal sering kali enggan atau sulit menjelaskan hal itu kepada orang lain yang belum mengerti. Ia lupa bagaimana rasanya saat ia belum tahu.
Ketika telah terbiasa dengan sebuah pengetahuan atau keterampilan, kita menganggap pengetahuan itu telah dipahami orang lain atau keterampilan itu dapat dilakukan tanpa banyak berpikir.
Untuk mengantisipasi kutukan pengetahuan ini, maka orang tua perlu untuk berempati. Cobalah ingat-ingat, bayangkan perasaan ketika belum mengetahui. Dengan basis tersebut, maka ketika anak bertanya, orang tua akan mafhum.
Langkah yang juga dapat dilakukan orang tua yakni dengan memberikan analogi serta contoh. Sesuaikan analogi serta contoh agar dapat dipahami oleh anak. Itulah mengapa penting ayah-bunda memiliki interaksi, relasi yang baik dengan anak. Maka ketika memberikan analogi serta contoh dapat memberikan secara tepat.