Kelana Mencari Ide
Arifin
Ide dapat datang dari mana saja. Tak melulu melalui cara melamun. Ide dapat dihidupkan pula dengan menggerakkan anggota tubuh yang lain, tidak melulu memaksa otak berdenyut. Salah satunya dengan berkeluyuran, kelana. Dalam istilah Prancis disebut sebagai Flaneur yakni orang-orang yang punya kebiasaan jalan-jalan tanpa tujuan pasti.

Pada kelana tersebut memungkinkan untuk bertemu realitas lainnya, hal-hal tak terduga, dan sebagainya. Maka segenap panca indra dapat menyerap, mengakses, mengamati selama di perjalanan tersebut.
Kelana yang membutuhkan gerak dari badan, sesungguhnya menunjukkan adanya keterkaitan antara gerak tubuh dengan cekatannya otak. Maka sekalipun kerja Anda mengandalkan pikiran, olah pikir, jangan lupakan olah tubuh, olah raga, olah gerak. Dikarenakan sesungguhnya hal tersebut merupakan satu kesatuan, yang saling pengaruh memengaruhi.
Kelana mencari ide juga memungkinkan seseorang untuk mengasah kemampuan pengamatannya. Seseorang dapat menggali dari amatannya dengan bertanya.
Imajinasi juga dapat mengembang ketika dipasok oleh bahan-bahan, maka kelana dapat menjadi bahan-bahan tersebut.
Kelana juga dapat menghadirkan pertanyaan-pertanyaan mendasar. Seperti misalnya yang dengan cerdik diungkap dalam petikan lirik lagu Kelana yang dibawakan Tulus berikut:
Kita ke mana
Mau ke mana
Hendak mencari apa
Menumpuk untuk apa
Ya, dalam kelana memang dapat ditemui benang merah yang sama di mana pun. Di samping itu dapat ditemui hal menarik, hal unik yang ada di tempat tertentu saja.