Berani Mencoba Hal Baru
Arifin
Usia, umur, terkadang dapat berupa sejumlah pengulangan melakukan hal-hal yang sama. Adakah bersama hari ada keseruan untuk mencoba hal-hal yang baru? Memang benar adanya bahwa terdapat zona nyaman, serta manusia yang terbiasa melakukan sesuatu hal.
Mengetahui hal-hal baik, belum tentu mengerjakan hal-hal baik tersebut. Mengetahui hal-hal buruk, belum tentu tidak mengerjakan hal tersebut. Seperti berada dalam orbit kebiasaan.

Lalu, apa kiranya yang dapat menjadi ragam penyebab seseorang berani mencoba hal baru? Salah satunya karena pemahaman dari dalam diri. Bahwa perlu kiranya untuk mencoba hal yang baru, pendekatan baru. Seperti petikan kalimat “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results”.
Ingin melakukan perbaikan, merasa stagnan, serta mencegah kemunduran, maka dari dalam diri dapat muncul semangat untuk berani mencoba hal baru. Melakukan hal yang baru, tak berarti 100% berbeda, bisa dengan melakukan inovasi kecil, modifikasi simpel.
Berani mencoba hal baru juga dapat terjadi karena pengaruh dari orang lain. Hal itu bisa kiranya karena pasangan, anak, teman, orang tua, dan sebagainya. Seperti misalnya, menjadi rajin berolahraga demi keluarga, serta melakukan olahraga bersama.
Berani mencoba hal baru juga bisa terjadi karena pengaruh dari pakar, orang yang ahli, serta yang telah pernah melakukannya. Ada keinginan untuk mencobanya pula. Setelah melihat dari langkah, tutorial, sepertinya seru, sepertinya menarik untuk dilakoni. Contohnya, ketika mencoba menu masakan baru.
Berani mencoba hal baru juga sesungguhnya menerapkan konsep pembelajaran sepanjang hayat. Bahwa ada begitu banyak hal yang belum diketahui, ada ragam keterampilan yang dapat ditelaah. Maka dengan semangat pembelajaran, ragam hal-hal baru, dapat dimasukkan ke dalam kategori pembelajaran.
Membiasakan bereksperimentasi, mengeksplorasi, juga dapat menjadi tips untuk meringankan mencoba hal-hal baru. Misalnya, dengan menjelajah daerah sekitar rumah, mengeksplorasi kota tempat tinggalmu, dengan begitu hal baru telah menjadi kebiasaan yang rutin ditemui dan dilakukan.