Mengulik ‘Influencer’ Berbekal Serial ‘Upin & Ipin’
Arifin
Dari serial Upin &Ipin ada begitu banyak hal baik yang dapat diraih. Berbagai isu kekinian juga dikemas dengan cara sederhana, namun mengena. Sebut saja tentang pemengaruh (influencer). Seiring intensitas penggunaan media sosial, serta kisah sukses para pemengaruh, maka influencer menjadi begitu diminati kini.
Yang ada di benak publik mengenai pemengaruh, diwakili oleh Ipin yang berpendapat menjadi influencer menyenangkan, karena memakai pakaian bagus, melancong ke mana-mana, makan makanan yang enak-enak.

Namun, sisi lainnya diterangkan oleh Kak Ros yakni harus memotret apa saja yang dilakukan, lalu disusun dengan bagus, barulah dimasukkan ke media sosial. Menjadi pemengaruh menurut Kak Ros banyak yang harus dilakukan serta melelahkan.
Benar saja melelahkan menjadi pemengaruh. Hal tersebut diperlihatkan ketika Ehsan asyik tertidur di kelas. Sempat terbangun, Ehsan tertidur lagi. Usut punya usut hal itu terjadi karena Ehsan kelelahan, kurang tidur, karena menjawab komentar dari para netizen di akun media sosialnya. Ya, Ehsan dalam episode tersebut diceritakan sebagai pemengaruh. Ada pun dalam kehidupan nyata, karakter Ehsan memang dibuatkan akun Instagram oleh pihak studio Les’ Copaque. Tercatat akun @diariehsan.intanpayung yang telah memiliki 955 ribu pengikut (followers).
Dalam episode tersebut juga diwartakan betapa Ehsan menjadi sibuk dengan dunia maya serta mengabaikan bermain dengan rekan-rekan sebayanya.
Sementara itu, melalui Kak Ros mewakili menjadi pemengaruh hanya untuk kesenangan serta ekspresi diri. Lalu terdapat juga Paman Muthu yang memiliki ribuan pengikut, serta melakukan dengan caranya dalam mengisi media sosial.
Tips dari Paman Muthu yakni menampilkan foto yang bagus, serta menceritakan hidup keseharian saja. Paman Muthu dalam media sosialnya berisi ragam makanan kreasinya, tutorial membuatnya. Paman Muthu juga menghadirkan story telling yang baik agar orang melihat dan membaca konten media sosialnya.
Pada episode tersebut juga diingatkan bahwa arti pemengaruh sesungguhnya telah terjadi, serta tak hanya menggunakan media sosial. Contohnya pada Tok Dalang yang merupakan kepala desa Durian Runtuh. Perkataan, tindakannya, menjadi panutan bagi warga desa tersebut.
Menjadi pemengaruh juga dapat dilakukan melalui tindakan yang memengaruhi orang untuk berubah. Hal itulah yang dilakukan Upin & Ipin beserta kawan-kawannya yang akhirnya berhasil memengaruhi Ehsan untuk kembali bermain bersama mereka. Setiap kita dapat menjadi pemengaruh dengan cara, serta interaksinya.