Kita Upayakan “Rumput Hijau” Itu 

November 29, 2024
fakta menarik

Arifin

Terdapat pepatah “Rumput tetangga lebih hijau”. Hal tersebut bermakna bahwa seringkali kita menilai apa yang dimiliki orang lain selalu lebih baik daripada milik sendiri.

Semangat membandingkan tersebut dapat muncul ketika berinteraksi dengan orang lain, melihat di media sosial, dan sebagainya. Adalah manusiawi bagi manusia untuk membanding-bandingkan. Dalam keseharian, membandingkan merupakan hal yang dilakukan. Di antaranya mengenai opportunity cost, lebih baik mengerjakan yang mana dengan menimbang berbagai hal.

Yang perlu diperhatikan yakni rumput tetangga terlihat lebih hijau karena rumputnya dirawat dengan baik oleh pemilik rumahnya. Mari menggunakan logika tersebut untuk menyemangati diri, bahwa bila ingin rumput hijau, maka upayakanlah rumput hijau itu. Jalani proses agar rumput menjadi hijau. Tak hanya sekadar angan-angan kosong, namun enggan mengupayakannya.

Di samping itu perlu kiranya untuk senantiasa bersyukur dalam proses tersebut. Katakanlah kalaupun tak berhasil, belum berhasil, paling tidak ada upaya dan doa untuk mencapai “rumput hijau” itu.

Kiranya kala melihat “rumput tetangga lebih hijau”, untuk tidak menjadi pengeluh serta kurang bersyukur. Janganlah hanya melihat, memfokuskan hal-hal yang belum didapat, hal-hal yang masih kurang. Jangan lupa untuk bersyukur akan kebaikan-kebaikan yang ada di sekelilingmu. Syukuri hal-hal biasa yang terjadi dalam keseharian. Syukuri bahwa bisa jadi bagi orang lain: Anda adalah “rumput tetangga yang lebih hijau” itu.

Ketika melihat “rumput tetangga lebih hijau”, bisa jadi melalui upaya luar biasa telah dilakukan untuk mencapainya. Upaya yang begitu melelahkan, menguras emosi. Hal-hal yang mungkin diri tak mampu melewati berbagai tantangan yang ada tersebut.

Mengupayakan untuk lebih baik memang perlu, namun bersyukur serta menghargai diri kini juga penting dilakukan.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd