Karena Kita Bukan Penjelajah Waktu Maka Optimalkan Kini 

December 2, 2024
fakta menarik

Arifin

Berbagai cerita, film, mengenalkan konsep perjalanan waktu (time traveler), semesta yang berbeda (universe lainnya). Konsep tersebut memang menarik secara penceritaan serta sisi psikologis manusia. Bahwa manusia memiliki pengandaian, serta harapan untuk mengambil keputusan lainnya, serta berusaha memperbaiki hal-hal di masa lalu.

Namun, kiranya manusia bukanlah pelintas waktu, menjalani satu semesta saja selama di bumi. Maka perlu kiranya untuk proporsional menyikapi masa lalu, masa kini, masa mendatang. Untuk masa lalu, cobalah untuk tidak terlalu “keras” juga pada diri. Bahwa diri telah berusaha sebaik mungkin di masa lalu, dengan pengetahuan saat itu mengambil keputusan.

Masa lalu juga telah berlalu dengan segala suka, dukanya, maka perlu kiranya untuk memaknai hal tersebut dengan tepat. Coba ingat-ingat juga tentang hubungan masa lalu dan kini. Mungkin ada hal yang begitu diinginkan pada masa lalu, namun meleset saat itu. Barulah pada masa kini, hikmah didapatkan, lalu dapat berkata untungnya waktu itu meleset ya hal yang diinginkan. Ya, beberapa hal memang baru dapat ditemui hikmahnya kemudian.

Mari fokuskan pada masa kini, bersama waktu-waktu yang ada. Maka pertimbangkan berbagai konsep seperti opportunity cost, Eisenhower Matrix, ketika mengisi waktu saat-saat ini. Berusahalah sebaik-baiknya untuk saat ini. Berdoalah dengan sebaik-baiknya untuk saat ini. Mindful dengan detik-detik yang dijalani pada kekinian.

Di saat ini timbang keberanian untuk mencoba. Semoga tidak menjadi sesal di masa depan, seandainya waktu itu mencoba, seandainya waktu itu lebih optimal.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd