Inklusif Dan Setara Untuk Penyandang Disabilitas
Arifin
Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. Melansir dari laman United Nations, Hari Disabilitas Internasional 2024 memiliki tema “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang disabilitas untuk Masa depan yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang menekankan pentingnya peran aktif penyandang disabilitas dalam membentuk masa depan mereka sendiri.
Slogan global “Nothing About Us Without Us” menggambarkan prinsip dasar partisipasi dan representasi yang harus dimiliki penyandang disabilitas untuk terlibat dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini mengajak penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam mengambil keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka, dengan tujuan menciptakan kondisi yang lebih inklusif dan setara di seluruh dunia.

Lalu, apa yang dapat dilakukan teman non-disabilitas agar lebih inklusif dan setara dapat terjadi? Hal tersebut dapat berhulu dari pemikiran. Pemikiran bahwa penyandang disabilitas setara dengan nondisabilitas. Potensi dari para penyandang disabilitas juga dapat teroptimalisasi manakala lingkungan, fasilitas turut mendukung.
Lebih mengenal serta mengetahui ranah penyandang disabilitas juga dapat dilakukan dengan interaksi. Anda dapat misalnya berkunjung ke kafe yang mempekerjakan para penyandang disabilitas. Dengan begitu ada interaksi langsung dari mengalami.
Menelaah melalui ilmu mengenai disabilitas juga dapat menjadi cara. Ketahui pula sejumlah sosok penyandang disabilitas berprestasi.
Pengetahuan mengenai disabilitas juga dapat menangkal kemungkinan untuk melakukan bully. Hal tersebut di antaranya dapat dilakukan melalui bacaan. Contohnya pada buku Ayo Berteman: Mari Mengenal Teman dengan Disabilitas.
Pada buku cerita tersebut diperkenalkan beragam karakter disabilitas yakni Aubrey yang memiliki cerebral palsy, Zafran yang terlahir tuli, Embun yang lahir dengan hidrosefalus, Raka yang lahir dengan katarak hingga menyebabkannya harus memakai kacamata khusus. Pada buku tersebut, bagi anak nondisabilitas ketika bertemu anak disabilitas “dijembatani” dengan sejumlah ide yaitu temani kami bermain, tawarkan snack, bantu dorong kursi roda kami.