Di Perjalanan, Merayakan Fana
Arifin

Telah jauh kaki melangkah
Menapaki jalan berbatu kota lama, kota tua
Menyusuri jalan tanah
Hujan, panas, jadi timpalan
Tak lupa memerhatikan bayang-bayang yang dibentuk matahari
Langit yang terbentang
Sejauh mata dapat menempatkan fokus
Awan, langit biru, perasaan menjelajah
Catatan harian di perjalanan
Tulisan tangan, huruf yang tergesa
Sketsa-sketsa: bangunan, manusia-manusia
Selepas pagar rumah, temui manusia-manusia
Dengan ragam polahnya
Yang menyebalkan, juga menyenangkan
Poskar, dari tempat-tempat yang didatangi
Dikirim ke alamat
Korespondensi
Pasak-pasak penanda, telah ke mana saja
Lidah yang menemui rupa-rupa masakan
Macam-macam minuman
Cuaca & alam, bersama yang disantap, kudapan
Aduhai, lezatnya, mantapnya
Koper, ransel, tas kecil
Saat jeda, menatap langit, menjelang terbit matahari
Telah jauh perjalanan
Pertanyaan yang masih bertalu-talu
Layar pikiran yang terkembang
Beberapa pertanyaan tinggal, tanggal
Beberapa memekarkan pertanyaan baru
Di perjalanan, selalu ada mungkin
Mungkin pertama
Mungkin terakhir
Di perjalanan, merayakan fana