Membiasakan Anak Membuat Keputusan 

December 4, 2024
fakta menarik

Arifin

Mendidik anak merupakan upaya untuk membiasakan hal-hal baik. Di antaranya untuk membuat keputusan serta memikirkan solusi dari permasalahan yang ada. Maka, biasakanlah anak untuk membuat keputusan, serta mengupayakan solusi dari pikirannya sendiri.

Membiasakan anak untuk membuat keputusan, bisa dari hal-hal yang terlihat sederhana, misalnya mau makan apa. Dari hal tersebut orang tua juga dapat turut ambil peran untuk memperkenalkan konsep gizi seimbang.

Membuat keputusan juga dapat diterapkan ketika anak memilih akan bermain apa, mau memakai baju apa, dan sebagainya. Ada pun pengaturan waktu bisa mengikutsertakan anak dalam mengambil keputusan, baiknya bagaimana antara belajar dan bermain. Orang tua dapat menanyakan kapan mau mulai belajar serta berapa lama anak bermain. Dengan meminta pendapat seperti itu, anak dapat belajar mengenai kewajiban serta mengelola waktu.

Libatkan pula anak dalam perkara keseharian orang tua. Misalnya, menurut ananda baiknya memasak apa, meminta masukan anak mengenai rasa dari makanan yang sedang dimasak, dan sebagainya.

Untuk aturan bersama, juga dapat dengan turut mendengarkan pendapat, solusi dari anak. Misalnya, seberapa sering screen time diperbolehkan bagi anak serta hal-hal yang dapat dilakukan bila mau menggunakan gawai. Screen time misalnya berbentuk kesepakatan konten-konten apa saja yang diperkenankan diakses serta hal-hal yang tidak diperbolehkan.

Ketika diperkenankan screen time, hal-hal apa saja yang baiknya dilakukan anak. Dengan aturan bersama yang melibatkan orang tua dan anak, maka buah hati akan merasa turut terlibat dalam pengambilan keputusan serta harapannya dapat konsekuen melaksanakan apa yang disepakati.

Membiasakan anak untuk berani membuat keputusan, serta mencari solusi, merupakan bekal bagi anak di kemudian hari. Membuat keputusan serta mencari solusi, merupakan keterampilan yang tidak ujug-ujug, melainkan perlu dilakukan terus-menerus. Di antaranya terdapat risiko dari keputusan serta mungkin saja solusi yang kurang tepat. Tak mengapa dari situ anak dapat belajar dengan mengalami langsung.

“Menyuapi” anak dengan keputusan-keputusan, solusi-solusi dari orang tua, bisa membuat anak tidak percaya diri ketika harus mengambil langkah. Anak menjadi tidak otonom, serta tidak terbiasa melakukan keputusan dari pikirannya sendiri, serta ada perasaan takut salah.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd