Kisah-Kisah Saat Hujan
Arifin

Hujan membujuk kita untuk bercerita
Di luar hujan lebat
Maka pilihan pun tepat: bercerita, mendengarkan cerita
Cerita yang digali dari imajinasi
Dari mana imajinasi itu?
Ia lahir dari unsur-unsur yang beragam
Hingga tibalah cerita di kala hujan itu
Kita sama-sama tahu, ini hanya bualan, omon-omon
Tapi tak mengapa
Hanya bersama waktu dan cerita yang mengalir, mengalun
Kisah-kisah saat hujan
Ditemani makanan & minuman
Yang hangat lagi lezat
Mengepul
Aroma harum makanan-minuman
Saat hujan, lamunan berkelana ke mana-mana
Bermain bola saat kecil, kala hujan
Alangkah gembiranya
Hujan dan kau hanya mendengarkan
Suara hujan
Suara alam
Suara fauna
Jeda yang ajaib
Kau mendengar tik, tik, tik bunyi hujan
Tentang pohon & kebun yang basah semua
Air yang setia menyiram bumi
Tekun membelah batu yang kukuh
Saat hujan
Berselimut
Api sebagai penghangat
Tidur-tidur yang lebih lelap
Di perjalanan, kala hujan menerpa jendela
Jalan-jalan yang basah
Orang-orang yang bergegas
Payung, jas hujan, daun pisang, berteduh
Adalah mekanisme untuk bertahan menghadapi hujan
Hujan yang dinanti
Hujan yang dicari
Memupus kemarau
Hujan, meninggalkan jejak
Menghapus jejak
Lalu, kau berbincang-bincang kepada hujan
“Telah jauh perjalanan”
“Perubahan”
“Hingga akhirnya kau tiba di beranda ini, bercakap-cakap denganku,” ujarmu pada hujan
Hujan yang dikenang dalam lapis-lapis memori
Ditandai dengan beragam emosi
Hujan dengan sekoper cerita
Yang dilepaskannya kepada jiwa-jiwa pengembara