Mari Menyelesaikan Tulisan! 

December 13, 2024
Tips

Arifin

Tulisan yang tidak sempurna, tetapi selesai, lebih baik daripada tulisan yang (maunya) sempurna, tetapi tidak pernah selesai. Demikian adanya. Maka upayakanlah untuk merampungkan tulisan-tulisan yang ada.

Mengapa tulisan harus selesai? Karena bila tulisan telah selesai, maka barulah dapat dinilai dengan utuh. Dinilai oleh diri sendiri, maupun orang lain.

Tulisan yang tidak sempurna, tetapi selesai, maka cobalah di kesempatan lain untuk melakukan yang lebih baik.

Mengapa tulisan tidak selesai? Bisa jadi karena perkara teknis, kehilangan motivasi untuk merampungkannya, serta obsesi terlalu sempurna, dan sebagainya. Maka bila boleh memberikan tips, ketika sedang “habis daya” dalam proses menulis, ingatlah mengapa cerita ini harus rampung dituliskan? Mengapa cerita ini begitu penting untuk diketahui orang lain? Harapannya dengan begitu akan kembali mengobarkan semangat untuk merampungkan kerja penulisan.

Dengan memiliki “why” yang kuat, maka seseorang akan berusaha mengatasi berbagai rintangan yang ada.

Kurang bersemangat menyelesaikan tulisan dapat pula terjadi karena merasa jenuh, stuck, dengan hasil-hasil tulisan terdahulu. Percayalah bahwa apa-apa yang dihasilkan merupakan upaya mengasah keterampilan, serta sebagai portofolio. Anggaplah bak perkataan dari Bruce Lee, “Aku lebih takut kepada orang yang melatih 1 tendangan 1000 kali, daripada seorang yang melatih 1000 tendangan 1 kali.” Berbagai tulisan yang rampung bak upaya melatih 1 tendangan terus-menerus.

Menyelesaikan tulisan juga memungkinkan seseorang untuk berkembang dengan ide-idenya. Bila memiliki stok di bank ide, maka ide-ide yang ada tercentang terselesaikan. Maka orang tersebut akan senantiasa memperbarui ide-ide di bank idenya. Ada perasaan dan semangat menulis apa lagi ya? Menyelesaikan tulisan juga merupakan upaya untuk menuntaskan apa yang dimulai. Untuk sampai pada kata selesai, terkadang ada-ada saja hambatannya. Bila telah terbiasa merampungkan tulisan, maka diri akan terlatih untuk mencari cara agar tulisan tersebut rampung. Kegigihan, etos kerja, dengan demikian juga dapat terbentuk dengan terbiasa menyelesaikan tulisan.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd