Tips Cuci Buah Dengan Cara Sederhana
Arifin
Menyertakan buah-buahan dalam menu harian amat baik untuk pencernaan, kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan. Namun, mengonsumsi buah-buahan yang tidak dicuci bisa lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaatnya bila tidak dibersihkan dengan benar.
Teknik yang tepat untuk mencuci buah-buahan di dapur adalah dengan menggunakan garam. Mulailah dengan air dingin yang mengalir dan bilas buah-buahan sampai bersih. Yang diperlukan hanyalah beberapa sendok teh garam.

Air asin bisa menarik kontaminan, mikroba, dan residu dari permukaan buah dan sayuran melalui proses osmosis. Fakta bahwa air asin aman dan tidak beracun menjadikannya pilihan alami untuk mencuci buah.
Tips lain yang disarankan yakni menggunakan soda kue. Namun, soda kue mungkin tidak ideal untuk buah-buahan yang lembut seperti beri. Cuka juga merupakan pilihan, tetapi bisa mengubah rasa buah.
Untuk semua metode pencucian tersebut, langkah terpenting yaitu membilas buah secara menyeluruh setelahnya untuk menghilangkan residu. Setelah kering, bisa disimpan dalam wadah agar tetap segar.
Membeli larutan pembersih buah kemungkinan besar hanya membuang-buang uang. Yang terpenting, hindari sabun atau pemutih. Keduanya tidak aman untuk mencuci produk.
Teknik pencucian yang tepat amat penting, tidak hanya untuk menghilangkan pestisida, tetapi juga produk yang ditanam secara organik pun dapat membawa kuman berbahaya.
Perlu diketahui, kontaminasi bisa terjadi pada beberapa tahap—tidak hanya saat produk ditanam dan dibeli, tetapi juga selama persiapan makanan atau karena penyimpanan yang tidak tepat.
Selain mencuci, disarankan untuk memilih produk yang tidak memar atau rusak. Untuk barang yang telah dipotong sebelumnya, seperti sekantong selada atau irisan semangka, pastikan untuk menyimpannya di lemari es atau disimpan di atas es, baik di toko maupun di rumah.
Sumber: Medical Daily, Antara