Menyandingkan Berlari Dan Menulis
Arifin
Menulis dan berlari dapat disandingkan serta memiliki sejumlah kemiripan. Untuk menulis, optimalisasi dapat diperoleh bila penulisnya memiliki fisik yang baik. Di samping itu berlari dapat menyokong fisik, pikiran, serta mental.
Di antara deretan penulis yang menyandingkan berlari dan menulis terdapat Haruki Murakami serta Dewi Lestari. Penulis novel Aroma Karsa Dewi Lestari sebelum berfokus menulis, melakukan sejumlah “morning magic routine”.
“Aku harus lari dulu, aku harus mandi dulu, aku harus sarapan dulu, aku meditasi. Pokoknya ada semacam ritual yang aku siapkan namanya “morning magic routine”. Sebelum aku memulai buka laptop, aku lakukan dulu morning magic routine ini,” kata sosok yang akrab dipanggil Dee pada podcast yang membicarakan Filosofi Kreativitas.

“Tujuannya supaya itu melatih otak dan tubuh saya. Dan kalau kamu sudah selesai rangkaian ritual ini, kamu sudah siap untuk menulis. Itu kayak ritme otak,” sambung penulis heksalogi Supernova.
Adapun perlu diketahui, olahraga termasuk berlari dapat membuat tubuh memproduksi hormon dopamin, serotonin, dan endorfin yang dapat memicu timbulnya rasa bahagia pada seseorang.
Mari beralih ke penulis berikutnya yakni Haruki Murakami yang menerbitkan buku What I Talk About When I Talk About Running. Sebagai informasi, Murakami mulai berlari pada awal tahun 1980an dan sejak itu telah berkompetisi di lebih dari dua puluh maraton dan ultramaraton.
Pada buku tersebut, Murakami melakukan eksplorasi tentang lari. Menurut penulis novel Dunia Kafka ini, lari maraton dan menulis novel adalah dua hal yang sangat mirip. Untuk bisa berhasil di keduanya dibutuhkan kesabaran, disiplin, dan keinginan yang kuat untuk menunda kesenangan.
Berlari dan menulis juga merupakan kegiatan soliter. Di samping itu berlari dapat sebagai sarana untuk berefleksi, pencarian diri.
Adapun dari pengalaman saya ketika menyandingkan berlari dan menulis, terdapat keheningan, serta kesempatan untuk bercakap-cakap dengan diri. Pun terdapat momentum untuk memikirkan aneka kemungkinan cerita, ide, ketika berlari.