Jadi Tahu “Dunia Orang Lain” Karena Membaca
Arifin
Selama Januari ini salah satu bacaan harian saya terkait “30 Hari Bercerita”. Event yang mengajak untuk bercerita selama 1-30 Januari tersebut, ternyata dapat menjadi bahan bacaan yang menarik. Terdapat sejumlah perspektif segar dari penutur, orang-orang dengan pengalaman ataupun lingkup profesi tertentu. Di antaranya dokter hewan, bagaimana membayangkan dari sudut si dokter hewan dan hewan yang akan diperiksa.

Ya, melalui membaca, kita jadi tahu “dunia orang lain”. Bagaimana pikiran, perasaan, pengalaman, dari orang-orang di lintas profesi. Dari membaca, kita dapat mengetahui pikiran, pengalaman, hasil riset dari orang-orang yang memakan waktu tahunan. Sedangkan kita membaca dalam hitungan yang lebih singkat tentu saja.
Membaca membuka kesempatan untuk lebih empati, peduli, serta tidak egois. Dikarenakan kita jadi tahu apa yang melatari seseorang melakukan tindakan tertentu, bagaimana sebab-akibat itu terjadi.
Membaca dengan demikian dapat menjadi bekal untuk bersosial, karena telah terbiasa dengan ragam pandangan. Sebut saja ketika membaca berita yang menerapkan cover both side, maka pembaca akan menelaah argumen dari pihak yang pro dan dari pihak yang kontra.
Maka pergunakan waktu-waktu yang ada untuk mengetahui ragam “dunia orang lain”. Pilah pilihlah dengan bacaan yang berbobot. Mungkin salah satu rubrik yang Anda gemari, entah itu di koran, majalah, web yang terkait dengan sosok. Bagaimana ada gaya bertutur, penceritaan, keresahan, serta apa yang dilakukan oleh sosok tersebut.
Sementara itu, selain menjadi penikmat kisah, Anda pun bisa menjadi pencerita tentang “dunia yang Anda alami”. Mungkin terlihat biasa saja bagi Anda karena telah melekat dalam keseharian, tapi bisa jadi menarik bagi orang lain karena sesuatu yang baru serta mereka tak terbiasa dengan apa yang lazim Anda jalani.