Mainan Yang Berkemas 

January 17, 2025
Puisi

Arifin

Waktu dengan segera berkemas

Anak yang ku kenali itu telah tumbuh bertambah umur

Anak itu akan berpindah kota, menjadi mahasiswa

            Sementara itu, di rumah ini, teman-teman yang begitu akrab ku kenali: sesama mainan

            Kami datang dengan periode waktu yang berbeda

            Tren, musim, membawa serta siapa-siapa mainan yang bergabug

            Dinosaurus, tank, tentara, monster-monster, karakter superhero, hewan-hewan, kereta, dan lain-lain, dan sebagainya

Waktu dengan segera berkemas

Aku masih mengingat dengan lekat,

Ruang kamar yang berantakan, acak-acakan

Suara dari mulutnya

Imajinasi yang diturutsertakan bersama kami

Aku masih ingat tawa terbahak-bahaknya

Matanya kala berimajinasi

Seperti bayang-bayang yang dibentuk oleh tinggi matahari

Aku tahu akan tiba waktunya

Kami, para mainan, akan berpisah dengan pemiliknya

Orang-orang tumbuh, membesar, menua

Beberapa mainan telah tak dimainkan lagi

Bertumpuk berdesak-desak di ruang berdebu kurang cahaya

Seperti bayang-bayang yang dibentuk oleh tinggi matahari

Kalau sampai waktu kami,

Kami perlu berlepas dari segala kemelekatan

Satu hari sebelum keberangkatannya ke kota yang sering diterpa hujan

Anak itu, ah bukan anak-anak lagi, pemuda itu berkunjung menemui kami-kami, para mainan

Ia tertawa terbahak-bahak

Matanya berimajinasi

Matanya seperti menelusuri lapis-lapis waktu dari masa lalu

Matanya basah

Suaranya tercekat

Anak yang kini jadi pemuda itu pamit pada kami-kami ini

Ia berterima kasih dengan saat-saat membahagiakan itu, bersama kami

Memori bahagia

Memori hangat

Anak yang kini jadi pemuda itu mengutip petikan puisi: Yang fana adalah waktu, kita abadi

Hari itu adalah hari perpisahan:

dengan tuan kami selama ini

dengan rekan-rekan sesama mainan

kami berpencar ke tempat-tempat di mana anak-anak membutuhkan cerita dan imajinasi

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd