Lima Makanan Yang Tidak Baik Dipanaskan Ulang Dengan Microwave
Arifin
Memanaskan sisa makanan semalam dengan microwave biasanya dilakukan untuk disantap kembali, namun itu bukanlah langkah terbaik.
Oven microwave bisa memasak makanan secara tidak merata dan meninggalkan “titik dingin”, sehingga bakteri berbahaya bisa bertahan hidup selama proses pemanasan ulang.

Selain itu, makanan yang dipanaskan ulang dengan microwave tidak selalu terasa enak. Sisa makanan dapat menjadi kering atau terlalu matang.
Berikut lima makanan yang tidak baik dipanaskan kembali menggunakan microwave:
Telur rebus
Dikenal sebagai sumber protein yang kaya, telur rebus merupakan camilan cerdas dan mudah dibawa. Namun, sebaiknya memakannya dalam keadaan dingin daripada menggunakan microwave untuk menghilangkan rasa dinginnya.
Jangan sekali-kali memanaskan telur rebus di microwave. Melakukan hal tersebut menyebabkan uap dan tekanan terbentuk di putih telur, dan bisa menyebabkan letusan saat telur dipotong.
Letusan ini bisa terjadi di microwave, di piring Anda atau yang lebih menakutkan, di mulut saat Anda menggigit telur.
Makanan kaya vitamin C
Karena vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air yang sangat sensitif terhadap panas, hindari penggunaan microwave untuk makanan yang kaya akan vitamin ini.
Saat terkena panas, vitamin C akan rusak dan hancur. Makanan yang kaya akan vitamin C di antaranya brokoli, paprika, beri, dan sayuran berdaun hijau. Untuk menjaga integritas vitamin C dalam makanan ini, sebaiknya mengonsumsinya mentah sesering mungkin.
Ayam
Dari sudut pandang keamanan pangan, memanaskan kembali ayam biasanya sangat aman. Namun, dari sudut pandang kontrol kualitas, sebaiknya ayam tidak dipanaskan kembali.
Bila ayam disimpan di lemari es setelah dimasak, lemak dalam daging bisa teroksidasi, yang dapat mengubah struktur kimia ayam dan karenanya rasanya.
Ketika dipanaskan kembali, semua cairan yang ada di dalam ayam akan menguap, sehingga menghasilkan ayam dengan rasa dan tekstur yang tidak enak.
Sebaliknya, dengan sisa ayam, sebaiknya mengolahnya kembali menjadi resep yang tidak memerlukan pemanasan ulang, seperti sandwich atau salad ayam wrap.
Makanan laut
Memanaskan kembali makanan laut bukanlah hal yang baik. Salah satunya ikan.
Panas yang tinggi dari microwave bisa menyebabkan kadar air dalam ikan menguap dengan cepat, yang dapat menyebabkan teksturnya menjadi sangat kering dan kenyal.
Dari sudut pandang kuliner, memasukkan makanan laut ke dalam microwave tidak akan memberikan hasil terbaik.
Amat sulit untuk memanaskan kembali makanan laut tanpa mengalami beberapa efek samping, tetapi memanaskan kembali makanan laut dalam microwave khususnya akan membuatnya kering.
Daging sapi
Bila Anda memiliki sisa steak dari makan malam di restoran bagus dan ingin memanaskannya kembali dalam microwave keesokan harinya, Anda tidak akan menikmati pengalaman gourmet yang sama pada hari kedua atau ketiga.
Memanaskan kembali daging steak bisa menyebabkan kehilangan tekstur dan rasa empuknya karena panas tambahan cenderung mengeringkan daging dan membuatnya alot.
Selain itu, pemanasan ulang sering kali menghasilkan suhu yang tidak merata. Beberapa bagian daging steak mungkin menjadi terlalu matang, sementara bagian lainnya tetap dingin.
Sumber: New York Post, Antara