Menjaga “Screen Time” Anak Pada Hari-Hari Libur

January 28, 2025
Tips

Arifin

Pada penghujung Januari ini tanggal merah alias hari libur berurutan, berdekatan. Di Malaysia, pada Senin (27 Januari) terdapat libur Isra Mikraj di Kedah, Negeri Sembilan,
Perlis & Terengganu. Lalu, pada Rabu dan Kamis terdapat libur Tahun Baru Imlek. Sedangkan di Indonesia, pada Senin (27 Januari) merupakan libur Isra Mikraj, dan Rabu merupakan libur Tahun Baru Imlek.

Bagi ayah-bunda, merupakan tantangan pula untuk menghadirkan hari-hari libur berkualitas untuk anak. Di antaranya dengan mempertimbangkan durasi screen time anak. Bisa jadi ketika libur, anak mengalami lonjakan screen time karena kurang difasilitasi untuk berkegiatan yang bermakna.

Sebagai panduan, beda usia beda durasi saran untuk lama screen time, sebagai berikut:

  • <18 bulan: Hindari screen time, kecuali video-chatting
  • 18-24 bulan: Sebaiknya dihindari, namun bila memilih mengenalkan screen time, pilih program berkualitas serta tonton atau mainkan bersama
  • 2-5 tahun: maksimal 1 jam/hari, pilih program berkualitas

Bila selama hari-hari libur di rumah saja, orang tua dapat melakukan kegiatan bersama anak yang bermakna. Sebut saja berolahraga, bermain bersama, membersihkan rumah, memasak, berkegiatan literasi, ngobrol-ngobrol, dan lain-lain. Tak hanya sekadar melarang, membatasi screen time anak, namun membersamai anak di hari-hari libur.

Bervakansi di hari-hari libur tersebut juga bukan jaminan screen time tidak berlebihan. Screen time dapat terjadi di perjalanan, ketika anak makan, dan sebagainya. Maka masukkan variabel untuk peduli pada screen time ketika bervakansi pada hari-hari libur pekan ini.

Terkait screen time, penting juga bagi para orang tua agar tidak menjadikan gadget sebagai opsi utama menenangkan anak. Lalu, penting pula ikut nonton bersama anak. Dengan begitu dapat mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang ditonton, serta melakukan kurasi tontonan anak.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd