Tips Mengatasi Kerusakan Mobil Yang Terendam Banjir
Arifin
Musim hujan telah tiba. Salah satu risiko yang muncul yakni banjir. Termasuk kemungkinan rusaknya mobil karena terendam banjir.
Penanganan yang tepat amat penting untuk mencegah kerusakan pada mesin, kelistrikan, dan komponen vital lainnya, sehingga kendaraan tetap aman dan berfungsi optimal.
Bila mobil kebanjiran dalam posisi parkir dan tingkat banjirnya tidak lebih dari setengah diameter ukuran ban atau kondisi karpet mobil masih kering, cenderung masih aman. Namun bila air banjir telah masuk ke dalam kabin, jangan coba menghidupkan mesin mobil dan hubungi diler terdekat.

Saat kendaraan terendam banjir, langkah pertama yang harus dilakukan yakni memastikan mesin tidak dinyalakan. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, seperti masuknya air ke ruang bakar atau sistem kelistrikan.
Setelah itu, cabut kabel aki untuk menghindari korsleting dan segera pindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi dan kering. Tips tersebut akan mempermudah proses penanganan selanjutnya.
Setelah mobil berada di tempat yang aman, pemeriksaan awal perlu dilakukan pada oli mesin dan transmisi. Bila oli berubah warna atau bercampur air, segera ganti untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada komponen mesin.
Filter udara juga harus diperiksa dan dikeringkan bila basah, karena keberadaan air bisa mengganggu pembakaran.
Selain itu, sistem kelistrikan, termasuk busi, aki, dan kabel, harus diperiksa untuk memastikan tidak ada kelembapan berlebih yang dapat menyebabkan korsleting.
Selain aspek mesin dan kelistrikan, sistem pengereman juga perlu mendapatkan perhatian, dengan memastikan tidak adanya lumpur atau air yang mengganggu fungsi rem agar performa pengereman tetap optimal saat kendaraan kembali dioperasikan.
Tangki bahan bakar harus dikuras untuk menghilangkan air yang bisa mengkontaminasi sistem injeksi dan mengganggu pembakaran.
Setelah pemeriksaan awal tersebut, disarankan untuk membawa kendaraan ke bengkel profesional untuk pemeriksaan lebih mendalam dan perbaikan bila diperlukan.
Lebih lanjut, mobil yang terendam air laut atau rob, risiko utamanya yaitu korosi akibat kandungan garam dalam air laut.
Garam bisa mempercepat karat pada komponen logam, seperti sasis, knalpot, dan sistem suspensi. Selain itu, air asin bisa meningkatkan risiko korsleting pada sistem kelistrikan.
Oleh karena itu, segera cuci kendaraan dengan air tawar untuk menghilangkan sisa-sisa garam dan bawa ke bengkel untuk perawatan lebih lanjut.
Sumber: Antara