Apa Tujuan Membacamu?
Arifin
Membaca dapat memiliki latar yang beragam. Itulah kiranya yang dapat memengaruhi apa-apa saja yang dibaca.
Interaksi dengan membaca juga bisa menghadirkan berbagai perasaan. Hal itu bisa dipengaruhi dari apa yang dibaca. Bila belum menemukan kenikmatan dalam membaca, mungkin karena belum menemukan saja bahan bacaan yang klop dengan diri. Bila belum menemukan kenikmatan dalam membaca, bisa pula karena belum menemukan motif yang tepat, tujuan membaca yang akurat.

Apa tujuan membacamu? Membaca bisa menjadi wahana rekreasional, mencari ilmu, untuk kepentingan tes, dan lain-lain. Mari coba menelaahnya dengan contoh. Penulis Dewi Lestari ketika sedang berada dalam proyek penulisan buku, maka bacaannya terkait dengan karya yang sedang dibuatnya itu. Membaca bagi Dee di momen tersebut merupakan kesempatan riset.
Pada novel Aroma Karsa, untuk menghadirkan novel setebal 710 halaman tersebut, Dewi Lestari melakukan riset dengan membaca hingga 50 buku. Sedangkan di novel Supernova, Dewi Lestari selama 9 bulan membaca hingga 35 buku.
Hal yang dilakukan Dee tersebut sejalur dengan para peneliti yang tekun meneliti, ataupun para pelajar dan mahasiswa dengan sejumlah bahan bacaan tematik. Dengan sebanyak mungkin memaparkan diri pada fokus bacaan tertentu, maka merupakan langkah untuk lebih mengerti tentang konsep yang dipelajari.
Apa tujuan membacamu? Bisa jadi Anda merasa minder, merasa kurang tekun, ketika melihat bookstagram ataupun orang-orang yang menunjukkan apa-apa saja yang dibaca serta review tentang bukunya tersebut. Namun, bila dipikir-pikir, sesungguhnya dapat dikembalikan kepada apa tujuan membacamu? Tak mengapa kok membaca dengan kecepatan yang tak cepat-cepat amat, namun menikmati proses membacanya.
Apa tujuan membacamu, juga berpengaruh pada apa-apa yang akan dan harus dibaca. Ambil contoh ketika kuliah, sejumlah tema dan daftar pustaka disarankan untuk dibaca agar memahami hal yang dibahas.
Apa yang dibaca juga berpengaruh pada output. Maka perhatikan bacaan harianmu, karena itulah yang membentuk pola pikir, cara pandangmu.