Toko Buku Yang Menemukan Dirinya Sendiri
Arifin

Buku-buku terlihat dari luar
Jendela besar
Buku-buku yang tertata seolah memanggil pejalan kaki untuk sejenak rehat, singgah, mereguk oase
Lampu-lampu hangat di dalam ruang
Aroma kopi
Camilan kue
Obrolan tipis-tipis para pengunjung
Begitu kesan pertamaku ketika membuka pintu berlonceng itu
Buku-buku dengan judul unik
Memantik pikiran
Buku-buku yang dikurasi untuk berada di rak-rak kayu toko buku sederhana ini
Tanya-tanya di kepala seolah bersambut dengan buku-buku di sini
Beberapa menyodorkan tema yang unik, antik juga ya
Telusur buku, yang mana yang layak dijemput?
Tak jauh dari titik berdiriku, percakapan terjadi
Pria berkaca mata bulat mendengar dengan sungguh, kemudian mencari di ingatannya buku-buku yang terpaut
Pria berkaca mata berbagi pengalamannya membaca buku ini-itu, ditambah kesan, kritiknya dengan buku-buku yang dibacanya
Seru juga, mata telusur buku
Telinga telusur perbincangan
Buku adalah ide-ide yang dijajakan
Pengalaman, pikiran, perasaan, yang telah ditempa waktu
Seperti teropong, yang membawamu melihat negeri-negeri jauh
Seperti dirimu, yang melompati jendela, membawa koper, & berpetualang
Seperti cermin yang mengetuk jiwamu yang terkadang tak dikenali, lagi asing
Teman di perjalanan
Teman saat soliter
Bahan yang membuatmu punya jembatan-jembatan yang menghubungkan ke rupa-rupa percakapan
Memangku kata
Kata-kata yang dibacakan, menyala di udara
Hari itu, aku tak hanya menemukan buku, tapi juga diriku