“Tekanan” Yang Diperlukan Untuk Merampungkan Kerja 

February 18, 2025
fakta menarik

Arifin

Untuk menyelesaikan sesuatu, terkadang diperlukan “tekanan-tekanan” tertentu. Penulis Dee Lestari misalnya, menganalogikannya sebagai konsep panci presto, di mana ada tekanan harus mulai serta kapan selesai, dengan begitu memudahkannya untuk bekerja. Metode kerja intensif tersebut cocok untuk dirinya.

Begitu masuk ruang kerja di rumahnya yang disebut “bat cave”, Dee memiliki semacam batas waktu (deadline) untuk bekerja. Baik dari waktu mulai hingga kapan berakhir, berapa jumlah kata yang perlu ditulis hingga fokus melakukan riset.

Salah satu cara untuk memberikan “tekanan” internal yakni dengan tenggat. Melalui tenggat maka terjadwal, terpantau mengenai pengerjaan. Maka cobalah biasakan beri tenggat yang spesifik. Dengan begitu ada metode untuk berusaha merampungkan apa-apa yang dikerjakan.

Memberi “tekanan” tertentu juga dapat diupayakan melalui metode kerja seperti Teknik Pomodoro. Yang merupakan sistem manajemen waktu yang menggugah orang untuk bekerja secara fokus dalam rentang waktu yang mereka miliki.

Secara singkat, dengan menggunakan sistem Pomodoro, kita akan membagi pekerjaan kita menjadi 25 menit per kegiatan dengan bekerja secara fokus terhadap satu tugas, kemudian 5 menit istirahat total, setiap jeda istirahat ini disebut sebagai “pomodoro”. Kemudian setelah melakukan 4 kali pomodoro, kita mengambil istirahat yang lebih lama lagi, yakni sekitar 15 sampai 20 menit.

Memberikan “tekanan” secara internal pada diri juga bisa diupayakan dengan delay gratification (menunda kesenangan). Bila ingin mendapatkan hal yang menyenangkan, harus mencoba merampungkan bagian tertentu dari apa yang dikerjakan misalnya.

Sementara itu “tekanan” dari luar pun dapat terjadi. Seperti dari klien, pelanggan, atasan, dan lain-lain. Untuk mengatasi tekanan yang datang dari pihak luar juga perlu dilatih, dibiasakan menghadapinya. Bagaimana agar dapat berpikir serta memecahkan masalah di tengah masalah.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd