Gelap-Gelap Dalam Kisah Fantasi
Arifin
Apa yang ada di top of mind Anda ketika mendengar diksi “gelap” bila dikaitkan dengan kisah fantasi? Berikut sekelumit gelap-gelap yang terkait dalam kisah fantasi. Perihal kematian Albus Dumbledore di kisah Harry Potter, Botol Galadriel di The Lord of the Rings, hingga Bane dan Batman si makhluk kegelapan.
Kematian Albus Dumbledore merupakan pukulan yang begitu besar. Terlebih terjadi di lingkup sekolah Hogwarts. Tanda Kegelapan pun tertera di langit.

Bahasa penuturan visual yang menarik pada versi filmnya, ketika para guru dan murid Hogwarts mengacungkan tongkatnya ke atas, mengirimkan cahaya. Titik-titik cahaya tersebut mampu memupuskan Tanda Kegelapan di langit.
Penuturan visual yang berkesan, untuk berbuat apa yang bisa. Untuk menyalakan harapan. Untuk gotong royong menyingkirkan kegelapan.
Sementara itu, Frodo Baggins dalam perjalanan menempuh marabahaya tidak berangkat dengan tangan kosong. Salah satu bekal yang diberikan adalah Botol Galadriel. “Kaca bintang” tersebut seperti diungkap Peri Galadriel, “Semoga itu menjadi cahaya bagimu di tempat-tempat gelap, ketika semua cahaya lain padam.”
Tak sekadar omong kosong, botol Galadriel berfungsi sempurna ketika Frodo berhadapan dengan laba-laba jahat Shelob. Ia pun bertarung dengan bantuan “kaca bintang” tersebut. Sinar terangnya pun membuat surut mundur Shelob – hal yang dimetaforakan melambangkan cahaya melawan kegelapan.
Sedangkan pada Batman dan Bane terdapat duel di kegelapan antara keduanya. Keduanya memiliki latar yang sama-sama mampu bertarung ketika gelap begitu pekat. Dalam film The Dark Knight Rises, Bane berhasil mengalahkan Batman di sesi duel tersebut. Bane yang merupakan seorang anak yang lahir di dunia gelap dan keluar ke dunia terang dengan penuh amarah.