Tips Menyunting Tulisan Sendiri
Arifin
Swasunting (self-editing) yakni penyuntingan yang dilakukan sendiri oleh penulis, baik terhadap substansi maupun bahasa tulisan. Berikan jeda antara penulisan dan swasunting. Mengapa begitu? Hal tersebut agar terdapat jarak yang cukup dengan karya. Di samping itu dapat memberikan kesempatan untuk memikirkan lebih jauh tentang tulisan. Mungkin ada bagian yang perlu ditambahkan, mungkin ada bagian yang perlu dipangkas.

Menulis memang bisa merupakan revisi berkali-kali. Dalam jeda tersebut, Anda dapat melakukan hal-hal lain. Bila tenggat masih tak begitu dekat, Anda bisa memperbincangkan tulisan tersebut dengan orang-orang di lingkar terdekat. Hal tersebut untuk menyimak mungkin ada feedback, ada sisi lainnya yang belum terpikirkan oleh diri.
Bila tenggat agak dekat, maka dapat rehat sejenak, mungkin menyiapkan minuman, mencuci piring, ataupun aktivitas-aktivitas sederhana lainnya. Barulah kembali ke tulisan, untuk menyunting tulisan yang dibuat.
Di samping, itu tenggat diperlukan, agar proses penyuntingan tidak berlarut-larut. Selesaikan apa yang Anda tulis. Selesaikan apa yang Anda buat tersebut.
Ketika melakukan swasunting saat mengecek substansi, dari pengalaman personal, saya biasanya melengkapi riset lebih lanjut, mengecek kebenaran apa yang saya tuliskan dengan data pembanding yang valid. Lalu periksa pula ketepatan logika, kelogisan antarparagraf serta sejalurkah sebab-akibatnya.
Di samping itu beberapa detail, seperti nama orang, nama tempat, serta bagaimana penulisan secara baku, ataupun penyebutan istilah yang presisi.
Membaca ulang juga dapat menjadi cara. Suarakan apa yang Anda tulis tersebut, adakah enak didengar pula? Sebaiknya tulisan pun memiliki unsur enak didengar. Maka rima, diksi, menjadi perhatian pula dalam swasunting.