Membiasakan Anak Bertanya

February 27, 2025
Famili

Arifin

Berdasarkan studi pada The Journal of Neuroscience, anak rata-rata mengajukan 73 pertanyaan per hari. Makin sering dijawab, makin tinggi konektivitas otak dan kemampuan bahasa anak.

Dengan mengingat faedah tersebut bisa menjadi pengingat bagi orang tua untuk mengupayakan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anak. Di samping itu, perlu kiranya untuk hadir utuh sehingga anak nyaman mengobrol dan berdiskusi.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anak beranjak dari rasa ingin tahunya. Kodrat rasa ingin tahu ini perlu dukungan dari lingkungan agar tetap tumbuh berkembang serta tidak padam.

Berbahagialah bila anak mengajukan pertanyaan serta bertanya kepada orang tua. Hal tersebut merupakan sinyalemen eksistensi rasa ingin tahunya dan kepercayaan bahwa orang tua akan menjawab pertanyaannya. Maka orang tua perlu merawat kepercayaan anak tersebut dengan berusaha menjawabnya.

Memantik anak untuk bertanya juga bisa diusahakan. Misalnya, ketika berada di toko swalayan dapat meminta bantuan anak untuk bertanya kepada pegawai mengenai barang tertentu. Orang tua dapat sembari mengamati anak ketika bertanya.

Awalnya mungkin anak akan meminta perkataan apa yang harus diucapkan. Anak lalu mengulang perkataan orang tua tersebut. Seiring waktu serta bila telah terbiasa, anak dapat mandiri untuk bertanya kepada orang lain.

Orang tua juga dapat mengajarkan mengenai kata sapaan serta budaya yang baik dalam bertanya. Di samping itu, orang tua bisa menetralisir bila pertanyaan anak mendapatkan reaksi yang kurang baik dari pihak yang ditanyakan. Tidak semua orang mengerti serta terbiasa dengan anak yang bertanya. Maka cobalah berikan pemahaman yang mumpuni mengenai mengapa reaksi orang begitu ketika ditanya serta bila bisa jawablah pertanyaan anak.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd