Bermain Bayangan
Arifin
Ketika lampu padam kita tak kehilangan cara untuk bersenang-senang
Sejenak, menatap bintang, bulan, di langit lepas
Mendengarkan suara alam
Bercerita tentang rupa-rupa
Bermain bayangan
Dari titik api kecil, bayangan yang terbentuk adalah lapis demi lapis imajinasi

Ketika lampu padam
Saat yang tepat untuk cerita-cerita tertentu
Gelap yang melingkupi
Cahaya samar-samar yang tertiup angin
Lalu, benak yang mencari kisah yang ingin dituturkan
Dinarasikan dengan suara penghayatan
Ekspresi wajah
Ini waktu yang tepat untuk bertukar cerita
Cerita yang berpacu dengan waktu
Lekaslah sebelum lampu kembali menyala
Dan kita kembali dengan kesibukan masing-masing
Lampu menyala lagi
Sejenak, sementara yang singkat itu, bak bara yang menghangatkan malam