Ragam Cara Menyukai Sejarah
Arifin
Adakah sejarah menjadi sesuatu yang membosankan, menjemukan? Bisa saja hal tersebut terjadi, bila sejarah didekati dengan cara yang kurang tepat. Seperti misalnya, sejarah yang didekati sebagai sekadar kumpulan peristiwa yang dicatat fakta, tanggal, tokoh-tokohnya. Dengan pendekatan macam itu, menjadi hafalan yang kering, serta tidak hadir sebagai narasi yang hidup.

Lantas, apa saja yang dapat ditempuh sebagai cara menyukai sejarah? Bisa dengan mulai dari konteks yang terdekat dan terlihat. Sebut saja sejarah diri, sejarah keluarga. Anda pun dapat mengeksplorasi sejarah dari hal-hal yang berada dekat dengan tempat tinggal. Dengan begitu sejarah menjadi begitu dekat, terjangkau, serta dapat terkait dengan diri sendiri.
Sejarah dapat dekat dan bersifat keseharian, di antaranya dengan terbiasa saling bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan sejarah diri. Orang tua misalnya, dapat bercerita hal-hal yang pernah dialami sepanjang hidupnya, bisa dikaitkan pula dengan apa yang terjadi kini. Anak pun bisa, seperti menceritakan hal-hal yang dialaminya di sekolah.
Menyukai sejarah juga dapat ditempuh melalui jalur biografi, baik melalui bacaan buku ataupun menonton film. Dengan biografi, seakan mengikuti perjalanan hidup tokohnya. Bagaimana sejarah pribadi tersebut akan menemukan konteksnya, baik secara waktu, keadaan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya.
Ada begitu banyak buku biografi yang ditulis dengan baik, gayanya bertutur bercerita dengan mengalir. Di samping itu banyak pula film biografi yang dapat menjadi inspirasi mengenai perjuangan, tantangan.
Menyukai sejarah juga dapat ditempuh dengan ke museum. Bila ingin mengajak anak menyukai sejarah, telah semakin banyak museum yang ramah anak, interaktif, serta mampu mengemas sejarah menjadi menyenangkan.
Memilih untuk menyukai sejarah juga sebagai cara untuk mengetahui hal-hal yang universal. Terdapat istilah “sejarah yang berulang”. Hal tersebut dapat ditemui pada poin-poin intinya serta terdapat sejumlah kesamaan pola. Belajar sejarah bak belajar tentang manusia serta bagaimana untuk menyikapinya.
Penting untuk memadankan sejarah dengan kekinian. Sehingga masa lalu selalu aktual. Apa yang terjadi di masa kini dapat dicoba cari padanannya dengan sejarah yang pernah terjadi.