Maaf Menjadi Kata Kerja
Arifin
Kata-kata membungkus dirinya sendiri
Berjalan, beredar, mengetuk pintu-pintu
Adakah maaf menjadi paket yang kau tunggu?
Hari Raya, putih di mana-mana
Sediakah untuk memaafkan?
Sediakah untuk meminta maaf?

Maaf dapat menjadi kata yang ringan
Di sisi lain, dapat menjadi kata yang rumit
Tertimbun waktu dan peristiwa
Beberapa hal sukar untuk menemui jembatan bernama maaf
Tembok-tembok tinggi yang masih ada, melewati musim, purnama, gerhana
Adalah waktu pula, dan maaf yang belum terucap
Untuk mereka yang telah berangkat ke Negeri Seberang
Ke manakah kata maaf ini harus dialamatkan?
Hidup dengan rasa bersalah
Menggedor-gedor
Gemanya masih terasa
Tapi, untuk yang hidup, hidup harus terus berjalan
Menjalani hidup karena memang hidup belum habis dijalani
Menjalani hidup dengan kebaikan, manfaat dari kanal-kanal waktu yang ada
dari kanal-kanal waktu yang tersisa
Dan jangan lupakan untuk becermin
Melihat diri sendiri
Memaafkan diri sendiri
Yang telah berupaya dengan daya yang ada