Menghadirkan Kebiasaan Tanya Jawab Bagi Anak
Arifin
Pembelajaran di mana saja, kapan saja dapat beranjak dari rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu itu dapat memekarkan sejumlah pertanyaan. Timbul pertanyaan, adakah orang tua telah menghadirkan kebiasaan tanya jawab bagi anak?
Anak yang tergolong baru di dunia ini, lazimnya memiliki rasa ingin tahu tentang rupa-rupa. Keingintahuan tersebut diungkapkan melalui sejumlah pertanyaan. Begitu jawaban diberikan, tak berarti usai, karena sambung-menyambung pertanyaan dapat datang kemudian. Dalam hal ini orang tua perlu memiliki sikap terbuka menyambut aliran pertanyaan dari anak.

Orang tua juga perlu mindful ketika anak bertanya. Pun dengan tidak meremehkan, serta tidak membuat kapok anak untuk bertanya. Hargai pertanyaan anak, apresiasi ketika mereka bertanya. Jangan mempermalukan pribadi anak ataupun pertanyaan yang diutarakannya.
Kalaupun bila ada yang kurang tepat secara diksi ataupun konsep pertanyaan anak, orang tua dapat mengoreksinya secara proporsional.
Menghadirkan kebiasaan tanya jawab ini dapat dilakukan dalam berbagai hal. Saling tanya, serta saling jawab, dapat menjadi sesuatu yang lumrah terjadi dalam keluarga. Perlu kiranya untuk orang tua dan anak mengoptimalkan indra-indra yang ada dalam diri. Dengan begitu dapat menjadi modal observasi yang berguna untuk menyusun pertanyaan.
Anak merupakan pengamat yang ulung, orang tua pun dapat menjadi teladan perihal tanya jawab ini. Bagaimana melakukannya dalam konteks keluarga maupun bersosial.
Di samping itu, orang tua dapat mengamati ketika anak sedang berinteraksi baik dengan teman sebayanya, teman sepermainan, dengan orang-orang lain, bagaimana anak melakukan tanya jawab. Tak perlu langsung melakukan intervensi, bisa dengan mengamati saja. Lalu, bila dirasa saatnya telah tepat dapat mengoreksi bila ada yang kurang dalam tanya jawab yang dilakukan anak tersebut.
Tanya jawab merupakan keahlian, keterampilan pula, yang dapat dipelajari, dibiasakan, pun disempurnakan dengan sejumlah perbaikan-perbaikan.
Menghadirkan simulasi tanya jawab juga dapat menjadi cara. Hal tersebut misalnya dapat terjadi dalam temu keluarga besar. Dengan begitu anak memiliki bekal, baik ketika bertanya maupun menjawab.