Pelajaran Apa Yang Dapat Dipetik Dari Film Anak “Jumbo”?

April 9, 2025
Famili

Arifin

Film animasi Jumbo turut mengisi libur Hari Raya Aidilfitri di Indonesia. Libur Lebaran merupakan momentum bagi film-film yang ada serta mencoba meraih atensi di pawagam. Selain bersilaturahmi, momen kebersamaan juga telah tahunan ditunjukkan dengan menonton bersama di bioskop.

Lantas, apa menariknya film anak Jumbo? Salah satu poin yang dapat dipetik yakni proses hingga film ini tayang. Bagaimana film animasi ini melibatkan begitu banyak orang serta memakan waktu hingga 5 tahun dalam proses pembuatannya.

Dengan kontroversi akal imitasi bertema Ghibli belakangan ini, kesadaran berproses, kegembiraan berkarya, perlu menjadi renungan. Baik bagi mereka yang telah menapaki usia kerja maupun anak-anak. Film Jumbo dapat mengingatkan pentingnya proses, berproses, serta kerja-kerja panjang demi mempersembahkan hasil terbaik.

Bagaimana dengan cerita dari film yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy ini? Ada berbagai taburan makna dari film berdurasi 102 menit ini, seperti pentingnya belajar mendengarkan, kerja sama, melihat dari sisi lainnya, tentang bully, serta sejumlah isu parenting.

Mari menilik sekelumit poin-poin tersebut, tentang melihat sisi lainnya dan perihal bully. Dengan point of view sebagai penonton, memungkinkan bisa melihat secara lebih utuh karakter Atta. Atta yang melakukan bully terhadap Don, di sisi lain hidup sederhana (seperti diperlihatkan melalui menu makannya nasi dengan telur berkecap, serta Atta yang membantu tambah-tambah uang dengan membersihkan kebun).

Bully juga bisa muncul dari ekspresi iri terhadap sesuatu yang disalurkan dalam merisak. Atta di antaranya mengaku iri pada persahabatan Don, Nurman, dan Mae.

Lantas bagaimana dengan karakter utama Don? Don pun tak luput dari keliru. Untuk kemudian dari keliru itu, Don akhirnya memperoleh pelajaran bermakna untuk belajar mendengarkan. Don yang tak sekadar ingin ceritanya didengar, ceritanya dipentaskan, namun juga mendengarkan kawan-kawan seiringnya.

Don pun mengambil hikmah, untuk kemudian mendengarkan apa yang dikeluhkan Nurman, diinginkan Meri, serta mencoba mendengar perkataan Atta (sosok yang semula tak akur dengannya).

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd