Tidak Masalah Tak Jadi Pemeran Utamanya
Arifin
Menyaksikan film Jumbo, ada poin yang menurut hemat saya cukup menarik perhatian yakni ketika diri bukanlah “pusat semesta”, bukan pemeran utama dari aksi panggung. Hal tersebut yang dipelajari pula oleh karakter Don dalam film Jumbo. Sebagai fungsi turunan dari belajar mendengarkan, Don pun legawa pula untuk tak hanya ceritanya yang ingin didengarkan, tak hanya ceritanya yang ingin dipentaskan.
Don tetap berkontribusi di belakang layar, ketika Nurman menjadi pemeran utama serta cerita dari Nurman yang dipentaskan.

Dalam lanskap film Sucker Punch, “bukan pemeran utamanya” pun dirasakan Emily Browning ketika sampai di ujung misi pelarian bersama kawan-kawannya. Emily ternyata berperan bagi misi pelarian kawannya.
Perihal “bukan pemeran utama” pun mengingatkan akan petikan lirik lagu Film Favorit dari Sheila On 7:
Sama seperti di film favoritmu
Semua cara akan kucoba
Walau peran yang aku mainkan
Bukan pemeran utamanya
Yups, ‘semua cara akan kucoba’, berusaha menampilkan sebaik-baiknya. Rumus tersebut berlaku pada sejumlah hal: entah itu di olahraga, dunia seni peran, musik, dan sebagainya. Bahwa sekalipun tidak berada di pusat sorotan, bukan pemeran utamanya, tiap dari kita dapat berperan.
Berusaha menampilkan sebaik-baiknya dalam posisi apa pun. Hal tersebut bisa menjadi jalan untuk menjadi pemeran utama, pemain andalan, dan sebagainya.
Meski begitu perlu pula muncul pemahaman bahwa “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya”. Hal tersebut juga menandaskan tentang perubahan.