Tips Menyimpan ASI Perah Di Perjalanan
Arifin
Air susu ibu (ASI) perah bisa dibawa sebagai stok kebutuhan makanan bayi namun harus dengan cara yang tepat, sehingga tidak merusak kualitas serta kandungan di dalamnya.
Tetap berikan ASI atau makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kondisi yang masih baik dan terjaga suhunya. Jaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum mempersiapkan ASI atau MPASI.

Saat membawa ASI selama perjalanan, stok ASI yang dibawa harus dalam keadaan beku dan disimpan kembali dalam cooler box yang ditambahkan dengan ice gel atau dry ice agar dapat bertahan sampai dengan 12 jam.
Ketika ingin dikonsumsi ASI perah bisa diletakkan di sebuah wadah yang berisi air panas dari termos, dengan memastikan suhu ASI yang akan diberikan tidak terlalu panas, sesuai dengan suhu tubuh, yaitu di sekitar 37 derajat celcius dan diberikan dalam waktu kurang dari dua jam.
ASI yang telah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali bila berlebih, oleh sebab itu ASI perah yang disimpan disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi sekali minum.
ASI yang diperah dan berada di suhu dengan suasana ber-AC dapat bertahan sampai empat jam, dan tergantung dengan udara sekitarnya.
Bila disimpan dalam cooler box dengan kondisi suhu yang baik dapat sampai 12 jam, jika disimpan di chiller bisa bertahan sampai empat hari, dan apabila disimpan di freezer dapat bertahan sampai enam bulan dengan kondisi freezer yang khusus buat bayi, tidak dibuka tutup dan dicampur dengan bahan makanan lain.
Bila keluarga tidak memiliki freezer khusus bayi, letakkan ASI di wadah yang terpisah dan tertutup agar tidak terkontaminasi dengan bahan makanan lain, agar dapat bertahan sampai empat bulan.
Sementara untuk MPASI dapat diletakkan di area belakang, jangan dekat pintu kulkas untuk menjaga agar suhu di ASI perah tetap stabil.
Sumber: Antara