Dongeng Negeri Keajaiban
Arifin
Mari pergi ke negeri dongeng
Lewat lemari, jalur air, atau pikiran yang terbang mengembara
Tiba di Negeri Keajaiban
Saat hewan bicara
Ketika tanaman berkata
& makhluk-makhluk ajaib lainnya

Di Negeri Keajaiban, manusia tak bisa semena-mena menindas, mengatur, menggusur
S.e.t.a.r.a.
Masing-masing dalam jalurnya, hak & kewajiban
Menikmati makanan berkecukupan
Minum teh saat senja
Melihat kijang berlari dan menepi
Menatap bunga-bunga mekar dan menebarkan harum
Kau lihat bayanganmu sendiri di cermin dan sungai yang jernih
Konflik, ya dibutuhkan konflik untuk menggerakkan cerita
Negeri Keajaiban dalam dongeng ini pun butuh konflik
Paceklik melanda Negeri Keajaiban
Saat rumit, ketika sulit, saat terdesak, sisi-sisi gelap dan cemas menunjukkan wujudnya
Keseimbangan terguncang
S.e.t.a.r.a. meluruh, dipertanyakan relevansinya
Lalu berembuklah
Mencoba menemukan musyawarah mufakat
Masing-masing akan mengirimkan perwakilannya
Manusia, hewan, tumbuhan, makhluk-makhluk ajaib untuk menempuh perjalanan
Menemukan dataran, lautan, udara, di mana paceklik tidak mencekik
Perwakilan manusia dengan segenap daya mengupayakan agar rombongan perintis itu menuju tempat yang dinamakan bumi
Kau lihat bayanganmu sendiri di cermin dan sungai yang jernih
Rombongan perintis itu akankah menemui harap di tempat bernama bumi?
Atau tiba di tempat yang menetaskan konflik demi konflik dalam hitungan detik?