Dongeng Negeri Keajaiban

April 11, 2025
Puisi

Arifin

Mari pergi ke negeri dongeng

Lewat lemari, jalur air, atau pikiran yang terbang mengembara

            Tiba di Negeri Keajaiban

            Saat hewan bicara

            Ketika tanaman berkata

            & makhluk-makhluk ajaib lainnya

Di Negeri Keajaiban, manusia tak bisa semena-mena menindas, mengatur, menggusur

S.e.t.a.r.a.

Masing-masing dalam jalurnya, hak & kewajiban

            Menikmati makanan berkecukupan

            Minum teh saat senja

            Melihat kijang berlari dan menepi

            Menatap bunga-bunga mekar dan menebarkan harum

Kau lihat bayanganmu sendiri di cermin dan sungai yang jernih

Konflik, ya dibutuhkan konflik untuk menggerakkan cerita

Negeri Keajaiban dalam dongeng ini pun butuh konflik

            Paceklik melanda Negeri Keajaiban

            Saat rumit, ketika sulit, saat terdesak, sisi-sisi gelap dan cemas menunjukkan wujudnya

            Keseimbangan terguncang

            S.e.t.a.r.a. meluruh, dipertanyakan relevansinya

Lalu berembuklah

Mencoba menemukan musyawarah mufakat

            Masing-masing akan mengirimkan perwakilannya

            Manusia, hewan, tumbuhan, makhluk-makhluk ajaib untuk menempuh perjalanan

            Menemukan dataran, lautan, udara, di mana paceklik tidak mencekik

Perwakilan manusia dengan segenap daya mengupayakan agar rombongan perintis itu menuju tempat yang dinamakan bumi

            Kau lihat bayanganmu sendiri di cermin dan sungai yang jernih

            Rombongan perintis itu akankah menemui harap di tempat bernama bumi?

            Atau tiba di tempat yang menetaskan konflik demi konflik dalam hitungan detik?

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd